oleh

Kapolri Idham Aziz di Minta Tegas ,Siapapun Pelaku judi Harus di Hukum,Jangan Ancam Pers Ucap Ketua FPII Sumut.

Investigasi Bhayangkara Indonesia, com.
Labuhan batu.Inisial PS yang merupakan salah satu Awak Media Online di Media Brantas Kiriminal mendapat intimidasi terkait pemberitaan judi dari oknum yang mengakui TNI.

Hal ini bermula dari “PS”
memberitakan perjudian yang berada di jalan Sriwijaya atas, Kelurahan Melayu,Kecamatan Siantar Utara ,P Siantar Sumatera Utara Pada tanggal 05/okt/2020

Pemberitaan itu berjudul “DI DUGA BERBAU JUDI TEMBAK IKAN,WARGA MINTA KAPOLRES PEMATANG SIANTAR TUTUP GELPER DI JALAN SRIWIJAYA”

Di dalam pemberitaan tersebut,selain memberitakan lokasi dan jenis perjudian di beritakan juga tentang keluhan warga sekitar perjudian yang sudah meresahkan ,Warga juga mengharap Agar pihak kepolisian Pematang Siantar ,Untuk segera menutup lokasi Gelper yang di duga ber aroma judi tersebut.

Kami meminta kepada kepolisian Agar segera menutup lokasi Gelper itu,jangan tunggu sampai warga yang bertindak untuk menutup nya ,karena perintah Kapoldasu juga sudah jelas kepada jajaran nya Untuk menindak Segala bentuk kejahatan termasuk judi ,terang warga dalam pemberitaan tersebut.

Oknum AG yang di sinyalir sebagai pengelola gelanggang permainan selalu berpindah tempat dari areal stasion kereta api pindah lagi jalan Cokrominoto ,di gusur buka lagi di jalan Sriwijaya atas Kelurahan Melayu ,kecamatan Siantar Utara Pematang Siantar.

Melalui via seluler ,Pimpinan Redaksi Media berantas kriminal .com Bung Heri Kurniawan kepada Ketua FORUM PERS INDEPENDEN INDONESIA (FPII)Sumut Bung Muhammad Arifin Angkat Bicara ,Memang benar jurnalis saya berinisial PS mendapat intimidasi dari oknum yang mengaku TNI dengan berpakaian Pereman di salah satu warung mie pangsit di kota P Siantar ,dimana PS lagi menikmati mie Pangsit di samperi dengan oknumberpakaian preman mengaku TNI berbicara dengan kalimat mengintimidasi terkait pemberitaan judi tersebut hari Jum’at 9/Oktober 2020 sekitar pukul 21.00 wib.dan terkait intimidasi tersebut saat ini “PS” berencana melaporkan ke polres Pematang Siantar terangnya Jumat 9 /10/ 2020.sekitar pukul 22.00.

Menanggapi hal ini Ketua FPII Sumut Bung Muhammad Arifin mengatakan “Mengacu pada pasal 303 kitap Undang undang Hukum Pidana KUHP ,dan untuk perjudian online diatur dalam pasal 27 ayat (2)Undang – undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi elektronik ( UU ITE ) Sebagaimana yang telah diubah oleh Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2016 Siapapun Pelaku judi,baik pemain maupun bandarnya sudah kena pasal pidana termasukjuga siapapun Orang nya yang ikut membekingi perjudian tersebut ,Apalagi ikut membekingi Permainan judi Adalah oknum Penegak hHukum.

Tegas ketua FPII Sumut Muhammad Arifin jangan main intimidasi kepada Wartawan terkait pemberitaan ,Pers bekerja di lindungi Oleh UU no 40 tahun 1999 tentang Pers , Tambah Muhammad Arifin “jadi sebenar nya Penegak Hukum mesti Melindungi Pers karena Pemberitaannya,jadi jika memang benar oknum tersebut merupakan oknum Anggota TNI aktif dan bertindak seperti itu ,Maka di kalangan masyarakat akan timbul krisis kepercayaan dengan TNI ,Ketua FPII Sumut Berharap kepada Kapolres Pematang Siantar Agar menindak lanjuti Permasalahan ini Sesuai prosodur hukum yang berlaku sesuai Program Kapolri Bapak Jendral Idham Aziz,yang menegaskan penguatan penegakan hukum yang berprofesional dan berkeadilan “Papar Ketua FPII Sumut Muhammad Arifin.(Marhite Rajagukguk).

Komentar

News Feed