Kapolri Jenderal Sigit Mendapatkan Gelar Raja Dari Masyarakat Dayak.

POLRI125 Dilihat

Investigasi Bhayangkara.com, Mempawah —
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke Kramat Patih Patinggi, Menjalin, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Dalam kunjungan itu, Jenderal Sigit juga diberikan gelar patih atau raja dari Masyarakat Dayak.

“Hari ini di hari ulang tahun Kramat Patih Patinggi yang dilaksanakan di tahun 2023, hari ini juga saya mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa dari masyaraat Borneo, masyarakat Dayak yang tergabung dalam TBBR (Tariu Borneo Bangkule Rajakng), karena hari ini saya dinobatkan untuk mendapatkan gelar Patih dengan nama Patih Bakula,” kata Kapolri Jenderal Sigit saat sambutan di lokasi, Sabtu (18/3/23).

Jenderal Sigit lantas menjelaskan maksud gelar patih tersebut. Dia menyebut patih sama dengan istilah raja.

“Jadi mungkin yang di Jawa belum paham, kalau yang namanya patih itu, di wilayah Borneo ini adalah istilah yang lain dari raja,” ucapnya.

Dia pun mengucapkan terima kasih atas gelar yang diterimanya tersebut. “Terima kasih karena buat saya itu adalah apresiasi dan penghormatan yang sangat tinggi. Karena bagi saya gelar itu adalah gelar yang sangat luar biasa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, gelar Patih Bakula merupakan gelar yang diberikan seorang pemimpin dari luar suku Dayak yang diberikan dan dipercayakan memiliki kewenangan untuk memimpin suku Dayak khususnya pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajangk. Apa yang menjadi titahnya wajib di terima oleh seluruh pasukan Dayak.

Sementara itu pimpinan Kramat Patih Patinggi, Panglima Jilah juga menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Sigit. Dia mengucapkan terima atas perhatian Jenderal Sigit kepada Masyarakat Dayak.

“Dalam rangka HUT Kramat Patih Patinggi tahun 2023, terima kasih saya ucapkan atas perhatian Bapak Kapolri yang mendukung dan membantu putra-putri daerah khususnya Masyarakat Dayak, baik di dalam penerimaan polisi, maupun yang melanjutkan pendidikan, secara khusus terima kasih telah memperhatikan adik-adik saya bapak,” kata Panglima Jilah.

Dia juga sempat menyapa Jenderal Sigit sebagai Patih Bakula. Dia menekankan Jenderal Sigit kini merupakan bagian dari Suku Dayak.

“Secara khusus tahun ini kita kedatangan tamu kehormatan yaitu Patih, Bapak Kapolri, Bapak Sigit, mohon berdiri bapak. Beliau adalah Patih kita sekarang ini, dia adalah bagian dari pasukan merah, beliau adalah bagian dari Dayak. Gelar beliau adalah Patih Bakula,” ujar dia. (Jalak)