oleh

Kasatgas Pangan : Pembatasan Dicabut, Pembelian Empat Bahan Pokok Ini Tak Dibatasi Lagi

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Jakarta – Sebelum ada pembatasan pembelian 4 bahan pokok yaitu beras, gula, minyak goreng dan mie instan , kini akhirnya Satgas Pangan mencabut pembatasan itu dan tak dibatasi.

Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang ketika dihubungi , Senin (23/3) 2020 mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mencabut pembatasan pembelian sejumlah bahan pokok. Artinya, pembelian beras, gula, minyak goreng, dan mie instan sudah normal kembali dan tidak dibatasi. “Sudah normal kembali, tidak ada pembatasan,” ujarnya.

Selanjutnya, Daniel menegaskan sebelumnya, pembatasan tersebut tertuang dalam surat bernomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tertanggal 16 Maret 2020.” Dalam surat itu, masyarakat dibatasi membeli beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal dua kilogram, minyak goreng maksimal empat liter, dan mi instan maksimal dua dus,” tegasnya.

Untuk itu, Daniel menjelaskan bahan pangan di pasaran mencukupi sehingga pembatasan tersebut tidak perlu diterapkan lagi. “Di pasar sudah normal, ketersediaan pangan cukup jadi enggak perlu ada pembatasan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin.(23/302020 mengatakan Polri menegaskan bahwa oknum-oknum yang melakukan penimbunan bahan pangan hingga alat kesehatan dapat dijerat pidana. “Barang siapa yang melakukan penimbunan, sembako, alat-alat kesehatan dan lain sebagainya, itu kita pidana, baik dengan KUHP maupun UU Perdagangan dan juga kesehatan,” ujarnya.

Surat pembatasan tersebut dikeluarkan Satgas Pangan atas permintaan para pengusaha ritel yang melihat adanya pembelian keempat bahan pokok dalam jumlah tak biasa.

Seiring dengan itu, Daniel mengungkapkan Maka dari itu, pembeliannya dibatasi agar semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap bahan pokok tersebut. “Kalau stok ada, bukan menjamin stok, tapi untuk mengatur keadilan agar masyarakat tidak terpengaruh yang lain. Ini kan begini, tadinya orang belanja 2, banyak sekali orang belanja 5, akhirnya ikutan, jadi begitu yang terjadi saya lihat di beberapa supermarket. Harusnya tidak terjadi karena stok semua ada,” ungkapnya.(Vecky Ngelo).

Komentar

News Feed