oleh

Kasus Dugaan Penggelapan Dilaporkan ke Polda Jateng. Setelah Beberapa Kali Mediasi Tidak Di Gubris Kades Watu Agung

Semarang – Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Kasus dugaan penggelapan dana anak yatim dan penipuan dana hasil ganti rugi pembuatan jalan tol milik warga Watu Agung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Yang diduga dilakukan oleh Kades (Kepala Desa) Watu Agung, akhirnya meningkat.

Kurang lebih jam 11.00 siang, pada Senin (12/10/2020), Kuasa Hukum korban, Roni Rinto Nugroho, MDR, SH. MH mengantar korban Suwardi, didampingi oleh istri dan anaknya untuk melaporkan kasus dugaan penipuan hasil ganti rugi jalan tol sebesar Rp 400 jutaan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jateng Jl. Pahlawan, Semarang.

Kasus dugaan penipuan, yang diduga dilakukan oleh Kades Watu Agung berinisial HC dengan korban Suwardi tersebut, sebelumnya sudah dilakukan mediasi pada 1 September 2020 lalu. Dan sudah dilaporkan ke Polres Semarang. Namun belum ada titik temu.

“Terakhir mediasi, sudah kita lakukan pada 1 September 2020 lalu, di Kantor Kecamatan Tuntang. Tapi belum ada titik temu. Oleh sebab itu, hari ini kita buat laporan kasus ini ke Polda Jateng,” jelas Roni Rinto Nugroho kepada awak media.

Menurut Roni, yang hadir saat mediasi terakhir adalah Sekcam mewakili Camat Sutrisno, Kanitreskrim Polsek Tuntang, Ipda Gaduh Widodo, SH. Babinkamtibmas Peltu Suyoko. Kades Watu Agung HC, lembaga PIN Rl, Subagyo, BSSN, lmron, SE. SH, AKT, serta beberapa korban lain.

Dalam kekbuat laporan ke Polda Jateng, diberikan beberapa berkas barang bukti pendukung, sebagai pelengkap laporan. Antara lain, salah satunya adalah bukti laporan rekening koran perbankan. Sebagai bukti bahwa memang benar-benar menjadi nasabah di bank tersebut.

Namun, setelah korban Suwardi bersama kuasa hukumnya ke bank yang bersangkutan di Jl. Menteri Sumpeno, Semarang, ternyata rekening tabungannya sudah ditutup atau sudah diblokir.

“Karena sudah 0 rupiah. Jadi rekeningnya sudah di blokir oleh pihak banknya. Tapi besok kita ke Mapolda lagi, untuk melengkapi laporan. Soalnya tadi jalan Pahlawan ditutup. Karena ada demo buruh,” tandas Roni

Diharapkan, lanjutnya, setelah laporan masuk ke Polda Jateng bisa segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab kasus dugaan penggelapan yang terjadi sudah berlangsung lama tapi belum ada proses tindak lanjutnya.

“Ya harapannya kasus dugaan penggelapan yang diduga dilakukan oleh Kades bisa segera ditindaklanjuti. Karena nilai kerugiannya sebesar Rp 416.801.095.00,” tegas Roni mengakhiri.
(Syailendra.)

Komentar

News Feed