Kasus Korupsi Jiwasraya,Negara Sita 16 Kendaraan Bernilai 11 Milyar

JAKARTA| Investigasi Bhayangkara Indonesia

PT. Asuransi Jiwasraya mengadakan konferensi Pers terkait Aanwijzing (pengadaan barang lelang-red) rampasan dalam perkara korupsi PT. Asuransi Jiwasraya yang telah inkrah dari terpidana Benny Tjokro,Heru Hidayat, Hendrismas Rahim, Hari Prasetyo, Syahmirwan dan Joko Hartarto, Minggu (21/11) siang bertempat di Aula Jiwasraya.

Hadir di Konferensi Pers, (Plt.Sesjambin) Kejagung,Sartono, Kepala Pusat Pemulihan Aset Elan Suherlan,S.H., Direktur Lelang Lukman Effendi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Leo Simanjuntak, S.H.,M.H., dan perwakilan dari Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta.  

Plt. Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Plt.Sesjambin) Kejagung, Sartono menyampaikan,”Dalam rangka penyelesaian barang rampasan dalam PT. Asuransi Jiwasraya sebelumnya telah dilakukan penilaian terhadap barang rampasan dan tentunya bukan hanya 15 unit mobil dan 1 unit Moge saja namun tersebar di banyak daerah berupa bidang tanah dan lainnya.”ujarnya.

Barang Rampasan bernilai Rp.11.193.752.000,- tersebut terdiri dari 15 Mobil Mewah dan 1 Moge dimana barang rampasan tersebut tersebar di Sulawesi Selatan, Provinsi DKI, Kabupaten Bogor, Kuningan dan Kabupaten Bekasi,Provinsi Kalsel (Banjarmasin),Kaltim (Balikpapan,Samarinda,Kab Kutai),Provinsi Banten (kab Lebak,Kab tangerang dan Kota Tangsel).”terangnya.

Diketahui pula Kantor Kejaksaan telah menerima penilaian selain mobil dan motor berupa Kapal Phinisi KLM 231 dengan nilai wajar Rp. 7.456.069.000, di Kabupaten Bulukumba,kemudian KPKNL Jakarta 1 menilai barang bukti   15 roda empat 1 kendaraan roda dua dengan hasil nilai wajar sebesar Rp.9.193.752.000

Kepala Pusat Pemulihan Aset Elan Suherlan,S.H.,menambahkan,”Berkaitan Barang Rampasan Insya Allah pada tanggal 24 November 2021 akan dilakukan lelang terhadap mobil dan motor inilah nanti yang pertama dari barang rampasan yang masuk ke kas negara yang kaitan barang rampasan Jiwasraya kemudian nanti disusul tanggal 25 November 2021 daftar yang sudah dimasukkan ke penilaian.”tutupnya.