oleh

Kasus Penganiayaan Warga Buko Utara Jalan Ditempat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Bolmut – Keluarga korban Mustakin Ponamon mempertanyakan sikap Kepolsian Sektor (Polsek) Pinogaluman Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), yang sampai saat ini belum ada kepastian tindak lanjut proses laporan kasus penganiayaan yang sudah dilaporkan pada 19 April lalu dengan nomor laporan LP/12/IV/2020/SEK PGLMN.

Menurut keluarga korban Rahman Dontili, bahwa pihak kepolisian sampai saat ini tidak melakukan penyitaan dan mengambil atau mengumpulkan barang bukti satu buah yang digunakan pelaku menghantam kepala korban hingga mengalami pendarahan.

“Didalam hal penegakan supermasi Hukum memperlambat merugikan pelapor dan sudah menyalahi kode etik profesi,” kata Dontili, Rabu (16/7/2020).

Dijelaskannya juga, penyidik Polsek Pinogaluman telah melakukan pemeriksaan enam orang saksi.

“Pelapor sudah dilakukan visum et repertum di Puskesmas, saksi sudah dimintai keterangan namun alasan penyidik melalui SP2HP Tanggal 4 Mei, yang menyatakan belum bisa dinaikan kepenyedikan karena keterangan saksi masih kurang,” jelasnya.

Sementara, itu salah satu saksi Rahim saat di konfirmasi lewat telepon genggam mengatakan, waktu kejadian dirinya sudah melihat pelaku KB Alias Ciko dan korban Mustakin Ponamon berkelahi hingga menyebabkan korban jatuh karena pukulan.

“Disitu saya lihat pelaku (KB) menghantamkan beda keras berupa botol minuman ringan kecil ke kepala korban, kami pisahkan keduanya dan akhirnya korban dibawah ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan,” jelas Rahim.

Saksi satupun Muhamad Andri yang melihat perkelahian itu, membenarkan adanya hantaman benda keras ke kepala korban Mustakin.

“Iya saya melihat langsung dimana Pelaku KB menghantamkan botol minuman ringan yakni M150 ke kepala korban, sampai korban mengalami pendarahan banyak dikepalanya,” ungkap Andri.

Terpisah Kapolsek Pinogaluman IPTU Kornelius melalui Kepala Unit (Kanit) Reskrim AIPDA Budi Satriyo, mengatakan, kasus tersebut masih didalami pihaknya.

“Masih tahap penyelidikan belum naik ke penyidikan, korban sudah ajukan saksi yang menjahit luka korban, menentukan luka tersebut dari hantaman benda apa itu yang kita dalami saat ini,” kilahnya.

Pihak Polsek juga sudah bertanya ke pihak puskesmas, namun. mereka tidak bisa menetukan apa yang menyebabkan adanya luka di kepala korban.

“Sudah ditanya ke dokter, tapi mereka tidak bisa menyimpulkan karena bukan bidangnya, mereka juga hanya tau pasien datang dan diobati,” tambahnya.

“Kami tidak bisa menaikan kasus ini, karena tidak semudah itu menaikan pelaku ke tersangka, apalagi saksi satu dan lainnya tidak ada penyesuaian keterangan,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Pinogaluman, berharap agar keluarga korban untuk bersabar.

“Kami minta untuk bersabar,” tutupnya.(tim)

Komentar

News Feed