Kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin Di Ketapang Kalimatan Barat

KAL-BAR130 Dilihat

Investugasibhayangkara.com Kalbar Ketapang. Satuan Reskrim Polres Ketapang melakukan pengungkapan kasus penambangan Ems Tanpa Izin (PETI). Kali ini dilaksanakan di lokasi tambang liar di dusun pelaik Desa Pangkalan Batu Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, kamis 29 juli 2021 pukul 01.30 wib.

Anggota reskrim Polres Ketapng mendapatkan info bahwa di lokasi tersebut sedang berlangsung kegiatan penambangan emas tanpa izin yang dilakukan sekolompok orang, dan saat dilakukan pengecekan ke lokasi tambang ternyata benar bahwa ditemukan sebuah pondok yang diketahui milik pelaku berinisial RUD (34 tahun)
Warga Kecamatan Matan Hilir Selatan,beserta 2 rekan kerja nya yaitu BEN (24 tahun )Waga Kecamatan Sandai Serta DON (27 tahun) Warga Kecamatan Matan Hilir Selatan. Ketiganya ditemukan sedang melakukan kegiatan penambangan. Saat ditanya oleh Tim Reskrim,terkait izin Usaha Pertambangan,ketiga tidak dapat menunjukan sehingga dilakukan penegakan hukum dengan mengamankan ketiga pelaku serta barang bukti dilokasi.
Barang bukti yang diamankan

  • 81 (delapan puluh satu) buah lempengan butiran emas berbagai ukuran.
    Uang sebesar Rp 191.081.000 ( seratus sembilan puluh juta delapan puluh satu ribu rupiah)
    3 (tiga) buah timbangan digital
    1 (satu) set alat pengecor
    1 (satu) buah penjepit
    1 (satu) buah gelas plastik yang berisi serbuk pijar.
    Uang sebesar Rp 2.630.000 (dua juta enam ratus tiga puluh ribu rupiah).
    1 (satu) buah kalkulator.
    1 (satu) unit mobil Toyota Rush warna merah No.Polisi KB 1178 XX.

Kini pelaku beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolres Ketapang Kalimatan Barat, Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,para pelaku diancam dengan pasal Tindak Pidana Undang-undang nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sumber Humas Polres Ketapang
(Agus Pangestu)