oleh

Kata Warga Kampung Sendawar, Pemasangan Pagar Pembatas Dan Papan Peringatan Di Jalan 2 Jalur Sendawar Raya Yang Rusak Parah Tidak Menjadi Solusi

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Pemasangan Road barrier (pagar pengaman jalan)  dan Papan Peringatan yang dipasang disepanjang jalan jalur 2 berseberangan dengan pelabuhan CPO PT. Kruing Lestari Jaya (KLJ) dan PT. Kalimantan Agro Lestari (KAL) kampung Sendawar kecamatan Barong Tongkok Kutai Barat kurang dirasakan manfaatnya oleh pengguna jalan.

Pasalnya, sampai berbulan-bulan pasca demo masyarakat lakukan penanaman pohon pisang di jalan sebagai bentuk demo terhadap kehancuran jalan akibat lalu lalang tangki CPO bertonase berat itu (12/03/21). Dan sampai berita ini diterbitkan, kondisi jalan 2 jalur itu bukan menjadi lebih baik tetapi justru semakin rusak parah.
Sementara itu kasus kecelakaan lalu lantas (laka lantas) masih sering terjadi dan menimbulkan luka yang sangat serius bagi korbannya.

berita terkait:
https://investigasibhayangkara.com/warga-kampung-sendawar-tanam-pohon-pisang-di-jalan-raya-ada-apa-mas-bro

Menurut informasi seorang warga yang tinggal disekitar daerah tersebut (tidak mau disebutkan identitasnya), 2 hari sebelum lebaran terjadi kecelakaan, korbannya mengalami luka parah dan patah tulang di bagian bahu (beritanya sudah dirilis oleh salah satu media online).
Bahkan sehari sebelum lebaran seorang ibu dan anaknya juga terjatuh di tempat yang tidak jauh letaknya dari kejadian sebelumnya.

Ditemui wartawan IBI, Satimin seorang pengendara sepeda motor (warga RT. 05 Kampung Karang Rejo) yang sedang melintas menyebut, papan peringatan dan pagar pengaman jalan yang dipasang tidak terlalu berpengaruh, sebab di tempat tersebut masih terus sering terjadi kecelakaan.
“Papan peringatan dan pembatas jalan yang dipasang sebenarnya tidak menyelesaikan masalah,” ucapnya. (Minggu, 09/05/22)

Masih kata Satimin, menurutnya yang menyelesaikan masalah adalah perbaikan secara tuntas, 
“Setelah didemo warga perbaikan jalan tidak maksimal, karena saya liat batu split itu cuma diaduk dengan semen baru dihampar, kemudian diinjak lagi oleh kendaraan yang lewat dan semakin rusak. 
Jadi tidak menyelesaikan masalah, yang bisa menyelesaikan masalah ya…, antara yang terkait itu ya turun tangan untuk memperbaiki.” tegas Sakimin.

Sementara itu secara bersamaan Tina seorang, yang tinggal di pinggir jalan tersebut menuturkan, sering pengendara motor jatuh karena menghindari jalan rusak, namun justru menabrak pagar pengaman jalan yang dipasang.
“Rambu dan pembatas jalan tidak menolong, sering ditabrak. Karena malam hari lampu penerangan jalan kadang tidak menyala. Sementara kondisi jalan yang rusak dalam posisi menanjak dan di tikungan,” jelas Tina.

Tina menuturkan kejadian kecelakaan sering terjadi malam hari.
“Kejadian sering malam hari, orang dari sana itu biasanya laju khan ini tikungan, ndak tau kalau di sini itu jalannya rusak.” jelas Tina sambil menunjuk arah jalan yang rusak parah di seberang jalan kedua pelabuhan CPO.

Juga menurut Tina, jalan rusak parah karena dilewati tangki CPO yang beroperasi hampir 24 jam sehari.
” Jalan rusak karena kebanyakan mobil CPO. Tangki-tangki sampai hari ini masih lewat selama 24 jam.” ungkap Tina.

Kemudian ditimpali oleh Sakimin yang berharap supaya perbaikan jalan dituntaskan.
“Pelabuhan di seberang itu, semua tangki CPO itu khan lewatnya di depan sini. Sementara ini di depan jalan gang, kalau kita mau masuk kesini melewati jalan yang rusak, bersamaan dengan mobil, di belakangobil itu rasanya kayak apa gitulah. Jadi kalau bisa itu ya…, dari aparat yang terkait itu bisa turun tangan untuk memperbaiki yang lebih baik daripada ini.” harap Sakimin.

Sakimin juga berharap perbaikan jalan rusak dikerjakan secara tuntas.
“Perbaikan harus dituntaskan, dulu hanya lubang manuk, terus digali…, digali gak ada 10 centi galian itu. Hanya ditimbun,… akhirnya tambah parah dari semula.” pungkasnya.

Secara terpisah, ketua RT. 03 kampung Sendawar, Hj.Rustinah saat diwawancarai media ini di rumahnya, juga mengeluhkan rusaknya jalan yang sering menyebabkan kecelakaan dan telah menelan korban jiwa tersebut. (Minggu, 09/05/21).

“Keadaannya ya begitulah pak, dilihat sendiri saja…..,
Diperbaiki tidak semakin baik tapi semakin parah,” keluhnya.

Hj.Rustinah menyebut, rambu-rambu dan pembatas jalan hanya berguna sesaat.
“Rambu-rambu yang dipasang awalnya ada gunanya,… lama kelamaan ya begitulah. Kemudian sering terjadi kecelakaan, terutama malam hari. Penerangan lampu kadang mati kadang hidup, suasana gelap. Kadang-kadang kelihatan,… kadang tidak. Orang ngebut,… menikung,… menyerempet jatuh ke jalan kena rambu-rambu,” urai Hj.Rustinah.

Mengenai jalan yang semakin parah, Ketua RT 03 kampung Sendawar menyebut, lebih banyak diakibatkan oleh beroperasinya mobil tangki pengangkut CPO, 
“Yang bikin rusak ya mobil CPO itu pak, bebannya berat terus. Khan tadinya masyarakat pernah mengeluh, mereka boleh lewat sini pada malam hari,
Sekarang nggak lagi pak,
langsung,… pokoknya siang malam. Gak ada rolling lagi. 
Dulu pernah waktu pertama kali, malam saja mereka boleh lewat. Kalau siang itu untuk aktivitas masyarakat,” papar Hj.Rustinah.

Namun demikian hal itu hanya berjalan sebentar, dan selanjutnya mobil tangki beraktivitas secara konvoi selama 24 jam,
“Sekarang mereka tidak ada batas waktu lagi, mulai habis magrib jam 6 sampai jam 6 pagi dan seterusnya 24 jam non stop.,” keluh Hajah Rustinah

Mengakhiri konfirmasinya, Ketua RT. 03 kampung Sendawar Kecamatan Barong Tongkok itu mengungkapkan, masyarakat bersama Petinggi kampung sudah berupaya menyampaikan keluhan warga (bahkan dengan mengadakan aksi damai tanam pohon pisang di jalan yang rusak parah), serta telah menyampaikan keluhan ke berbagai pihak terkait, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

(IBI-Paul)

Komentar

News Feed