Kegiatan Ilegal Terbongkar, Ada Dugaan PT RPR Ambil BBM Ilegal untuk Keuntungan Pabrik Sawit

BA-BEL226 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Bangka Barat

Bangka Barat, (Mentok) – Kegiatan bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal di pelabuhan nelayan Mentok kerap saja terjadi. Kemungkinan besar, lokasi tersebut di duga merupakan sarangnya para mafia karena dianggap aman. Selasa (26/3/2024).

Mirisnya, di duga pihak aparatur penegak hukum (APH) setempat seolah berdiam diri, padahal tempat yang dimaksud sangatlah berdekatan dengan Pos Angkatan Laut (AL) dan Pos Polisi Air (Pol Air).

Beberapa hari lalu, terpantau di pelabuhan nelayan Mentok, ada dua mobil tangki kapasitas 5 ribu liter /unit milik PT Riskuria Persada Raya (RPR) sedang beroperasi melakukan penyedotan bahan bakar minyak jenis solar dari tedmon perahu/pompong nelayan ke dalam tangki kendaraan tersebut (BBM – red), Sabtu (23/03/24) dini hari.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media ini, bahwa minyak solar yang diperoleh PT RPR dari perahu/pompong nelayan di pelabuhan Mentok akan disalurkan ke pabrik perusahaan sawit.

“Minyak solar ini biasanya di antar ke pabrik sawit, saya hanya supir pak. Kurang tau juga berapa harga beli di sini dan harga jual ke perusahaan sawit, itu urusan bos. Kurang tau juga apa nama pabrik sawit itu”, jawab supir PT RPR saat diwawancarai di lokasi pelabuhan.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa pihak perusahaan RPR sudah mengetahui terkait aktivitas pengambilan BBM jenis solar secara ilegal tersebut. Bahkan, supir berani karena mendapatkan perintah dari atasan.

“Kami ambil solar di sini karena menuruti perintah atasan saja pak,” ujar supir tangki.

Di sisi lain, dalam situs resmi riskuria.com menerangkan, perusahaan tersebut bergerak dalam bidang transportir/distributor High speed diesel (HSD) solar industri. Pastinya, dalam hal ini pihak PT RPR menjual BBM dengan harga solar industri kepada konsumen.

Sementara itu, sampai berita ditayangkan, pihak perusahaan PT RPR enggan menjawab konfirmasi dari wartawan media ini.

Dilain pihak, Hans selaku sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga MABESBARA (DPW Lembaga MABESBARA) Prov. Kep. Bangka Belitung menanggapi atas kegiatan yang di duga ilegal oleh pihak PT RPR.

“Berdasarkan bukti yang ada, kita akan segera buatkan laporan ke MAPOLDA BANGKA BELITUNG dan PERTAMINA terkait kegiatan ilegal yang telah dilakukan oleh PT RPR tersebut,” tegas Hans. Senin (25/03/24) malam.

“Kami DPW Lembaga MABESBARA Bangka Belitung mengapresiasi atas kinerja rekan-rekan wartawan di lapangan,” tuturnya.

(TIM PUBER)