Kehadiran Pembangunan PSU Dari DPRKP Banten Patut Diapresiasi

Banten58 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia| Serang- Sebagai kontrol sosial, lembaga Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (Amak) Banten mengapresiasi kehadiran proyek pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU), dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten. Pasalnya pembangunan PSU tersebut sangat jelas bermanfaat untuk masyarakat. Selain bersih dari kekumuhan, pembangunan PSU pun bisa menunjang peningkatkan perekonomian terhadap masayarakat sekitar. Hal tersebut disampaikan ketua Amak Banten, Dodi Firmasyah, melalui telepon What’sApp terhadap awak media, Jumat (25/11/2022).

Menurut Dodi, bahwa pembangunan PSU patut untuk diapresiasi agar terus berkelanjutan. Karena selama ini pembangunan PSU yang sudah dibangun dapat terasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Terlepas dari ada pemberitaan yang menyoroti pandangan soal baik dan tidaknya hasil pelaksanaan pekerjaan PSU, itu hal yang wajar. Lantaran sudut pandang itu berbeda – beda, tergantung apa yang telah dinilai menurut sisi pandangan masing – masing. Namun, jika dilihat dari sudut pandang manfaat untuk masyarakat, jelas sekali kehadiran pembangunan PSU sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kalau menurut pandangan saya, Pembangunan PSU dari DPRKP Banten dinilai positif. Harus didukung demi kepentingan masyarakat. Karena setelah saya kroschek ke masayarakat sekitar lingkungan yang telah dibangun PSU dari DPRKP Banten, mereka semua sangat merasakan langsung manfaatnya,” kata Dodi.

Kemudian lanjut Dodi, dari beberapa pembangunan yang ada, hanya pembangunan PSU yang manfaatnya langsung menyentuh masyarakat. Seperti pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Serta pembangunan pemasangan amparan paving block jalan lingkungan permukiman. Hasil pembangunan itu langsung tersentuh dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Selain pembangunan amparan paving block jalan lingkungan permukiman, pembangunan RTLH begitu sangat menyolok manfaatnya. Masyarakat yang tadinya menghuni rumah yang tidak layak, setelah dibangun RTLH hingga mereka kin telah merasakan langsung menghuni rumah yang layak. Begitupun dengan pembangunan jalan lingkungan permukiman. Yang tadinya jalannnya kumuh dan tak nyamaman untuk dilalui oleh masyarakat. Kini setelah dilakukan pembangunan jalan menggunakan amparan paving block, terlihat begitu bersih, dan asri. Serta sedap dipandang oleh mata. Juga saat dilaluinya pun oleh masyarakat pengguna jalan di lingkungan permukiman dapat langsung dirasakan kenyamanan,” ucap Dodi.

Selanjutnya dia pun menyinggung kuota pembangunan PSU diantaranya khususnya pembangunan pemasangan pavling block di provinsi Banten sabaiknya diperbanyak lagi dari tahun ini yang jumlah kuotanya hanya 1.500 lebih, untuk tahun selanjutnya kuota bisa mencapai angka 3.000 lebih. Alangkah lebih bagus lagi jika mencapai 5.000 kuota. Biar lebih banyak lagi masyarakat yang menikmati manfaaatnya. Kalau mengandalkan pada APBD Kota/Kabupaten di Provinsi Banten sangat sulit untuk bisa mencapai sasaran yang lebih luas. Dengan dibantu dengan APBD Provinsi Banten kemungkinan bisa tergapai cakupan yang amat luas kuotanya. “Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Provinsi Banten, mendukung proyek di DPRKP Banten. Karena bersentuhan langsung dengan hati masyarakat Banten, sesuai dengan cita – cita berdirinya Provinsi Banten” pungkasnya.(YG).