Kejari Kubar Tetapkan 3 Orang Tersangka Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Disdik Kubar Tahun 2017

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Kutai Barat | Tiga (3) orang ditetapkan sebagai Tersangka dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah pada Disdik Kutai Barat tahun anggaran 2017.

“Hari ini kami sampaikan Tim penyidik telah melakukan penahanan, terhadap satu orang tersangka yaitu tersangka S,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kubar, Bayu Pramesti didampingi Kasi Intel, Ricky Reonart Panggabean dan Kasi Pidsus, Iswan Noor dalam press rilis di kantor Kejari Kubar, Jumat (19/8/2022).

Kajari menambahkan, selain tersangka S, ada penetapan tersangka BAM.
Namun demikian BAM tidak ditahan karena sedang ditahan dalam perkara lain.

Sedangkan tersangka lainnya berinisial WS seorang kontraktor dari Bandung, sudah dijemput dan ditahan di rutan polres Kubar tanggal 10 Agustus 2022.

Kejari Kubar menetapkan ketiganya menjadi tersangka setelah alat bukti sudah cukup, baik keterangan saksi, keterangan ahli, alat bukti surat maupun keterangan tersangka yang menjadi petunjuk.

Berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian Negara BPKP Provinsi Kalimantan Timur Nomor : LAPKKN-106/PW17/5/2022 tanggal 31 Maret 2022. Tiga orang tersangka tersebut diduga kuat melakukan korupsi dengan modus penggelembungan (mark up) anggaran hingga merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

“Kerugiannya 1.6 miliar rupiah,” jelas Bayu.

Diketahui sebelumnya BAM (Bril Abraham Marludi) telah terseret kasus pengadaan seragam sekolah pada Disdik Kutai Barat tahun anggaran 2018.

Dia bersama Yakobus Yamon telah menjalani persidangan dan divonis masing-masing; 
Yakobus Yamon divonis 1 tahun penjara dan Brill Marludi 1,8 Tahun Penjara.

Selanjutnya para tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan dan akan diperpanjang sesuai kewenangan penyidik.

IBI-Tim Kubar