oleh

Kembali Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Anita Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Jumat

Investigasi Bhayangkara Indonesia .com- Proses hukum terus di lakukan Bareskrim Polri, kembali penyidik akan memeriksa kembali Anita   Kolopaking.dan Brigjen Prasetijo di jadwalkan Jumat(7/8)2020.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo saat  dihubungi Rabu (5/8) 2020 mengatakan penyidik Bareskrim Polri akan memeriksa dua tersangka kasus pelarian Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra pada Jumat (7/8/2020) mendatang. Salah satu tersangka yang akan diperiksa adalah Anita Kolopaking. “Panggilan kedua (Anita) hari Jumat,” ujarnya.

Selanjutnya. Fredy menegaskan Anita merupakan pengacara atau kuasa hukum Joko, narapidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, saat mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juni 2020 silam.” Panggilan ini akan menjadi yang kedua bagi Anita Kolopaking. Ia tak memenuhi panggilan perdana sebagai tersangka pada Selasa (4/8/2020) lantaran ada keperlunan,,” tegasnya.

Sejauh ini, Anita belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka. Ferdy menjelaskan, pihaknya akan menangkap Anita apabila tak hadiri panggilan kedua. “Kalau tidak datang penuhi panggilan kedua, penyidik akan melakukan upaya paksa penangkapan,” jelasnya

Untuk itu, Freddy menandaskan  penyidik juga akan memeriksa Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo, yang kini telah mendekam di Rutan Salemba cabang Mabes Polri, Jakarta. Halaman Selanjutnya “Iya (BJP PU diperiksa) Jumat bersamaan dengan panggilan kedua Anita,” tandasnya

Prasetijo merupakan perwira tinggi (pati) Polri yang telah menerbitkan surat jalan dan diduga terlibat dalam penerbitan surat kesehatan untuk Djoko Tjandra. Prasetijo telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri untuk keperluan pemeriksaan.

Prasetijo disangkakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Sementara itu, Anita dijerat dengan pasal berlapis. Ia disangkakan Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.(Vecky ngelo)

Komentar

News Feed