oleh

Kepsek SDN 112227 Rasau Kec Torgamba Labusel,Di Duga Mark UP Dana Buku TA 2018/2019

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Setelah di konfirmasi media ini Rabu 22/7/2020 di kantor dinas pendidikan labuhanbatu selatan kabid (kepala bidang ) SD Amin Rambe,S.Pd di temui beberapa media memperjelas dan pertanyakan pertanggung jawaban kepala sekolah hal keberadaan dan sistim proses belajar mengajar di sekolah SDN 112227 Rasau kecamatan Torgamba .

Amin RambeS.Pd (Kabid SD Labusel )Kepada Wartawan menjelaskan,Saya telah memanggil beliau kepala sekolah SDN 112227 Rasau Hj.Nurliani,S.Pd Selasa (21/7/2020 )dengan salah satu guru kelas,Beliau (Kepsek )menjelaskan alasan bahwa kekurangan buku di kelas empat,tiga dan enam karena naiknya angka jumlah murid di tahun ajaran ini,pada tahun ajaran yang lalu menurutnya (kepsek ) kelas tiga jumlah murid hanya 30 murid,sekarang menjadi 37,kelas empat 30 menjadi 39,kelas enam 32 menjadi 39 hal itulah yang membuat kekurangan buku pelajaran bagi murid tutur kabid SD Amin Rambe (menirukan ) bahasa Kepsek tersebut.

Leo Janner Hasibuan,SH menanggapi bahasa kepsek SDN 112227 Rasau tersebut yamg di sampaikan Kabid SD dinas Pendidikan lasusel Amin Rambe kepada wartawan sangat tidak beralasan,apalagi kabid lebih memaparkan pembelanjaan buku belajar setiap lima tahun sekali,Selanjutnya tiap tahun ajaran baru hanya penambahan belanja buku yang kurang.

Lanjut Leo Janner Hasibuan,SH Pertanyaanya ,Jika saya melihat dana yang di gunakan sekolah tersebut (SDN 112227 Rasau ) di tahun ajaran (TA ) 2019 sekolah tersebut menyerab dan gunakan anggaran dana cukup fantastis untuk belanja buku Rp.28.861.000,- semua di belanjakan di bayarkan pihak sekolah pada distributor buku pada triwulan kedua di tahun anggaran 2019 atau tahun ajaran 2019,Sekarang pertanyaanya kemana buku itu hingga murid menggunakan buku fotocopy …???bukan buku bekas,Sebagaimana yang di sampaikan kabid SD Amin Rambe belanja buku sekali lima tahun,mana bukunya…??

Masih oleh Leo Janner Hasibuan,SH yang juga seorang lawyer ini, kemaren.memaparkan sebagaimana terinci sebagai berikut :
di kolom 1.a.2 jumlah buku di belanjakan sebanyak 688 eksampler buku dengan bobot biaya Rp.20.048.900,-,Di kolom 1.b.2 jumlah buku yang di belanjakan sebanyak 13 eksampler dengan pagu anggaran Rp.226.100,-,serta yang terakhir di kolom 1.c.2 Jumlah buku yang di belanjakan sebanyak 217 eksampler dan biaya anggaran Rp.8.586.000,- Serta belanja perpustakaan Rp.28.860.800,- Jika sampai buku anak -anak tidak ada sebagaimana yang di sampaikan orangtua murid satu buku kongsi lima murid foto copyan kemana buku tersebut….???atau hanya anggaran saja keluar buku tidak ada…???Saya tidak berasumsi buruk pada kepala sekolah,tapi tolong buktikan pada publik mana buku untuk murid tersebut..??jangan hanya di atas kertas dan bicara saja,ironis jika demikian ujar Leo Janner hal ini menjadi persoalan besar bagi dinas pendidikan di labuhanbatu selatan bisa di indikasikan belanja buku di SDN 112227 Rasau belanja bukunya di duga ” Mark UP ” jika tersebut memang benar terjadi silahkan saja adukan agar di proses sesuai hukum yang berlaku akhir Leo Janner Hasibuan.(Sulaiman Malaka )

Pengirim berita :Sulaiman Malaka.

Komentar

News Feed