oleh

Kepsek SMPN 1 Bandar Pasir Mandoge Di duga Coba Menyuab Wartawan.

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Terkait Proyek dana alokasi khusus (DAK ) Tahun Anggaran (TA)2020 SMPN1Bandar Pasir Mandoge kabupaten Asahan di duga menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku.

Dan Sesuai undang -undang nomor 6 tahun 2020 pada pasal 9.ayat 1 dan 2 terkait covid 19 dan belajar dirumah,daring dan luring,tidak satu pun siswa SMPN 1 Bandar pasir mandoge tidak pernah mendapat atau menerima paket Internet dari pihak sekolah .
Dengan berbagai Alasan kepala sekolah B.Panjaitan berkilah pada wartawan.

Di sisi lain di duga kepala sekolah B.Panjaitan yang baru tujuh bulan menjabat sebagai kepala sekolah sudah berani bermain proyek dan bangunan ini, saat di konfirmasi beliau menjelaskan alasanya kepada media ini senin 17/8/2020 ” itu sudah kesepakatan ketua komite dengan pihak sekolah pak ujarnya “,artinya kepsek mencoba menggiringkan persoalan ini dengan melibatkan ketua komite.

Proyek DAK Swakelola 2020 ini di kerjakan kepala sekolah dengan menggunakan tenaga kerja dari luar Bandar Pasir Mandoge yang sengaja di bawa oleh kepala sekolah B.Panjaitan,S.Pd untuk mengerjakan proyek ini.
Hal tersebut di akui para pekerja tersebut.

Berulang kali jurnalis mencoba menemui dan memesakan kepada para dewan guru dan para staf pengajar supaya dapat bertemu, dan mempertanyakan pengerjaan proyek sekolah ini,namun sangat menyesalkan tindakan dan sikap kepala sekolah tersebut tidak kooveratif.
Pada hari kamis dan Jumat tanggal 13 /14 agustus 2020 kepala sekolah B.Panjaitan tersebut tidak kunjung hadir.

Pembangunan gedung ruangan laboratorium computer satu ruangan dengan PAGU RP.322.997.500,- dengan pelaksanaan kerja 150 hari kerja
Yang di kerjakam dengan cara swakelola yang menggunakan dana alokasi khusus,namun pelaksanaanya menjadi pertanyaan publik.

Di duga upah lebih besar dan di atas budget input rata – rata gaji pekerja di Asahan,kepada pekerja di pertanyakan tentang upah yang di bayar Sabtu (15/8)pekerja yang tidak mau di sebut namanya menyampaikan kami semua di gaji harian tukang Rp.185.000, per hari helper ( kenek tukang )di bayar Rp. 150.000,- per hari .Lanjut kepala tukang,Kami bekerja dengan gaji segitu karena sulitnya mencari kerja Terpaksa kami terima juga ujar Kepala tukang.

Anehnya kepala sekolah Panjaitan,S.Pd menyampaikan pesan kepada para staf dan guru,Jika masuk dan datang lagi wartawan (media )kemaren sambil menyebutkan nama wartawan tersebut salah satu staff ( menirukan – red )larang dan jangan kasih masuk Itulah pesan salah satu staf Kepada wartawan.

Saat di temui di kantor kepala dinas pendidikan kabupaten Asahan Jumat (14/8/2020 ) Sofyan (kadis Pendidikan ) dan Pardamean Sitorus (sekretaris Pendidikan ) dan Misyadi ( kabid SMP ) Jalan Akasia Kisaran tidak satupun yang dapat di temui,bagian umum.menyampaikan sudah keluar padahal masih dalam kurun jam kerja 10.12 Wib,Pantas kinerja para guru dan lainya buruk di kabupaten Asahan.

” DI DUGA KEPSEk COBA SUAB WARTAWAN DENGAN,DAN MEMINTA HAPUS BERITA “.

Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke -75 (17/8/2020 )di kecamatan BP Mandoge dengan tidak sengaja ketemu dengan kepala sekolah SMPN 1BP Mandoge B.Panjaitan, hingga akhirnya kepsek mengajak ketemuan dengan junalis media ini dan mencoba mencoba menyuab sejumlah uang di dalam amplob.
Suaban tersebut di tolak wartawan dan di kembalikan ,walaupun sang kepsek berkali -kali minta tolong agar di terima,tetap di tolak wartawan ,tidak di terima.
Sehubungan kepala sekolah B.Panjaitan mencoba menyuab wartawan hal ini akan di laporkan ke pihak kepolisian unit tipikor agar ada pembelajaran kepada kepala sekolah di kabupaten Asahan. ( Sulaiman Malaka ).

Kontributor : Sulaiman Malaka.;

Komentar

News Feed