oleh

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendorong penyusunan kebijakan fiskal dengan mempertimbangkan kebijakan pengendalian laju inflasi

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Banggar DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 berkisar 5,4 – 5,5 persen. Sedangkan tingkat inflasi disepakati kisaran 3 persen plus minus 1 persen.
Ditengah Covid yang masih dalam keadaan belum dapat dipastikan kapan berakhirnya

Said menekankan perlu penjagaan agar rupiah tak terdepresiasi dan pasar keuangan tidak bergejolak tinggi.

Dalam rapat panja kali ini pula asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disepakati kisaran Rp13.900 – Rp14.800.

Disisi lain kondisi ekonomi global di tahun depan dipenuhi ketidakpastian. Kondisi inflasi yang tinggi di Amerika Serikat misalnya, dikahwatirkan akan berdampak ke perekonomian banyak negara.

Oleh karena itu, menurut Said perlu penjagaan agar rupiah tak terdepresiasi dan pasar keuangan tidak bergejolak tinggi
Dalam ketidakpastian itu, Said meyakini jika pemerintah dapat fokus menangani pandemi dan mempercepat vaksinasi,

Said menyakini Kalau fokus, maka pertumbuhan pun bisa kita raih.

maka hal tersebut akan memperkecil faktor ketidakpastian di tahun mendatang.
Dan kalo memang hal tersebut dijalankan akan kita lihat perubahan nya.

News Feed