oleh

Ketua Indonesia Fortuner Community Regional Jogja Jateng, Jawiji memberikan klarifikasi terkait video viral konvoi

Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Jakarta – Viral Video Konvoi di Gunung Merapi, Komunitas Mobil “IFC ( Indonesia Fortuner Community ) Berikan Klarifikasi: Sekaligus Baksos
Sempat viral video konvoi komunitas mobil dengan membunyikan sirene pada kawasan kaki Gunung Merapi di media sosial pada Sabtu (14/11/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam video berdurasi 11 detik itu terlihat jejeran mobil melaju dengan kecepatan sedang dengan bunyi sirene.

Sejumlah warga juga tampak sampai berdiri di tengah jalan meluapkan kekesalan meraka.
Kapolsek Pakem, AKP Chandra Lulus membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Pakem, Sleman.
Dia menjelaskan, rombongan tersebut merupakan Komunitas Toyota Indonesia yang hendak melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan sosial kepada warga di barak pengungsi.

Ketua Indonesia Fortuner Community Regional Jogja Jateng, Jawiji memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

Saat itu, komunitasnya sedang melakukan konvoi dalam beberapa rombongan mobil untuk kegiatan bakti sosial kepada warga Merapi.

“Rombongan pertama itu dari Jawa Timur, memang dari luar daerah jadi tidak tahu. Walaupun sudah kami informasikan sampai jarak beberapa kilometer dari Merapi tidak boleh membunyikan sirene. Tapi itu kan masih di Pakem. Begitu belok salah satu mobil ada yang membunyikan sirene,” jelasnya kepada, IBI. Senin (16/11/2020).

Kejadian tersebut kemudian direkam oleh salah seorang warga dalam video dan disebarkan di media sosial.
Sementara, rombongan Jawiji saat itu masih berada cukup jauh dari Pakem.

Disaat salah satu member yang diinfokan terkait video yang tersebar, kemudian memberikan informasi kepada panitia, kemudian tanpa menunggu lama pihak panitia baik Ketua Pelaksana maupun wakilnya menuju TKP sambil meminta tolong didampingi anggota Polsek setempat.
Untuk meminta maaf. Memang tidak tahu kalau sudah sampai di situ tidak boleh membunyikan sirene.

Saat itu juga, menurut Jawiji, pihak pembuat dan penyebar video meminta maaf dan menghapus videonya dari Twitter dan Instagram. Akhirnya pihak panitia dan warga yang meng-upload berita tersebut berjabat tangan dan saling meminta maaf.

Karena memang ini tujuan kami tidak hura-hura tetapi tujuan kami ingin mengenalkan Merapi itu bagaimana, Kaliurang itu bagaimana. Kan selama ini Kaliurang ditutup, makanya kami kenalkan ke sana sekalian baksos karena di sana membutuhkan bantuan,” sambung Jawiji.

Salurkan sejumlah donasi

Jawiji menyebutkan, pada Minggu (15/11/2020) pihaknya telah melakukan kegiatan bakti sosial dan menyalurkan sejumlah bantuan di dua tempat pengungsian.

Wilayah tersebut adalah Desa Glagaharjo pada pukul 12.00 WIB dan Balerante pada pukul 13.30 WIB. ( Gus Arief/Red)

Komentar

News Feed