Ketua NU DKI Jakarta:Reuni 212 Tak Perlu Jadi Alat Politik

Investigasi Bhayangkara Indonesia|| JAKARTA

Dr. KH. Syamsul Ma’arif,M.A Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta mengisi materi dalam diskusi Webinar yang di adakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia ( DPP LIPPI ) Minggu (28/11).

Syamsul Ma’arif menyampaikan
menjelang 2 Desember terkait dengan reuni 212 saya menyampaikan di beberapa media Monggo silakan dilakukan karena itu bagian daripada hak bangsa untuk menyampaikan pendapat tetapi jangan sampai 212 itu digunakan sebagai sebuah gerakan politik

“Kritik Pemerintah ya silakan, memang pemerintah harus di ingatkan akan tetapi tetapi dengan cara yang baik ya.”

“Ustad Syamsul Ma’arif menambahkan
Dalam menyampaikan pendapat kita menyampaikan kalimat dengan etika-etika keagamaan menjadi dasar,misalnya agama kita menganjurkan tidak memerintahkan untuk mencaci-maki paket kritikannya tetap kritis tapi tidak boleh boleh Dengan caption dan lain sebagainya berharap,”

Oleh karena itu saya berharap misalnya begini kalau ada orang yang berkeinginan melakukan gerakan massa mengumpulkan massa yang banyak dan gerakan-gerakan pollting seperti gerakan reuni 212 ,saya berharap orang-orang yang mau mengadakan reuni 212 itu akan lebih baik. Misalnya membentuk partai dari pada gerakan-gerakan yang melelahkan hasilnya dia hanya kumpul-kumpu kalo ini misalnya dijadikan Abadi dibuat partai itu akan lebih baik ya,”ucap Syamsul di sela sela diskusi Webinar, Minggu (28/11).