oleh

Kewajiban untuk divaksin covid-19 membuat sejumlah warga masih ragu

Investigasibhayangkara.com, Jakarta –  Pada hari Kamis tanggal 18/2/21
Kewajiban untuk divaksin covid-19 membuat sejumlah warga masih ragu hingga alami ketakutan, seperti kejadian sejumlah warga yang bermukim di Dusun II Batu Putih, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, bersembunyi di hutan karena takut disuntik,

Ketua MPR RI  merespon kejadian di atas dengan Meminta kepada pemerintah daerah untuk mengimbau warganya kembali kerumah masing-masing, dan tidak perlu takut untuk divaksin, disamping pers diminta untuk menayangkan pemberitaan-pemberitan yang valid dan edukatif mengenai vaksin covid-19, baik yang ditayangkan di media visual atau media sosial maupun di media cetak, sebagai salah satu upaya membantu program pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19, sehingga dapat mencegah timbulnya keraguan dan kekhawatiran dari masyarakat terhadap vaksin covid-19.

2: Meminta kepada Pemerintah Daerah/Pemda berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, perangkat desa, dan ketua RT/RW untuk memberikan sosia lisasi pemahaman terkait efikasi dan manfaat vaksin kepada masyarakat.

3 : Meminta pemerintah pusat melakukan pendekatan persuasif yang baik kepada masyarakat agar mau dan bersedia diberikan vaksin, serta menjelaskan secara detail dan jelas terkait poin-poin penting dalam Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sehingga tidak perlu mengedepankan sanksi bagi yang menolak divaksinasi.

4 : Mengimbau masyarakat agar bersedia dengan kesadaran sendiri untuk divaksin agar tercipta kekebalan komunal atau herd immunity, dan mengingatkan bahwa program pemerintah ini ditujukan demi kebaikan dan keselamatan seluruh masyarakat.

* Sumber informasi ( Ketua MPR RI Bambang Soesatyo)

Komentar

News Feed