oleh

KOMBES POL FAJAR SETIAWAN : JANGAN BOSAN dan JENUH, MILIKI PENGHARAPAN

 

Investigasibbayangkara.com, Jawa Barat – Kombes Pol Fajar Setiawan mengatakam agar kita mesti jangan bosan dan jenuh, miliki lah pengharapan selalu apalagi pada Saat ini ketika seluruh umat manusia dianjurkan untuk stay at home ( tinggal di rumah) tentu akan mengalami kejenuhan dan kebosanan serta perasaan tidak nyaman apalagi dengan kurun waktu yang lama bahkan tidak ada kepastian kapan akan berakhir.
Dengan kondisi seperti itu, terus apa yg harus kita lakukan ?
Untuk menjawab hal itu tentu tidak bisa dijawab secara pasti dengan teori-teori duniawi, karena masing masing individu atau person by person berbeda, apalagi jutaan atau milyaran orang berbeda-beda cara pandangnya. Apalagi perbedaan kultur, budaya, suku, bangsa, kebiasaan, adat-istiadat, agama, tentu hal tersebut pasti akan berbeda juga antara yang satu dengan yang lain.

Namun kesempatan ini ijinkan saya berbagi sedikit untuk menguatkan sikap hati kita saat mengalami kebosanan dan kejenuhan serta perasaan tidak nyaman dalam menjalani kehidupan dan dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini. Dan dengan apa yang saya sampaikan ini, untuk menguji seberapa besar kadar tingkat keimanan dan kerohanian kita kepada Allah Sang Pencipta.
Saya awali dengan satu ayat kebenaran Firman Tuhan : *“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.”*
Dengan melihat satu ayat diatas, kita sbg manusia ciptaan Tuhan dlm kondisi realita sulit spt sekarang hanya diperintahkan Tuhan untuk 3 (tiga), hal yaitu;
1. Kita harus selalu bersukacita, dalam menantikan suatu keinginan atau harapan yaitu wabah Virus Corona 🦠 yang terjadi saat ini segera cepat berakhir.
Bersukacita adalah bentuk sikap pengendalian diri dan ungkapan perasaan yang ditujukan kpd Allah meskipun kondisinya sangat tidak memungkinkan, inilah bentuk tingkat keimanan dan tingkat kerohanian seseorang. Bersukacita disini bukan hanya sebatas kata2 kosong, tapi merupakan manifestasi Kuasa Ilahi yg kita terima sebagai wujud kedekatan kita kpd Tuhan berupa tindakan kongkrit.
Sebab Tuhan berfirman: “Hati yang gembira adalah obat yg manjur, tetapi semangat yg patah mengeringkan tulang.”
Oleh sebab itu sukacita disini, maksudnya kita harus selalu gembira.

  1. Sabarlah, kita di perintahkan Tuhan untuk memiliki hati yg sabar dlm menghadapi kesulitan, kesesakan, penderitaan, pencobaan dan apapun hal yg membuat kita tidak nyaman. Sabar di sini akan terpancar dari sikap prilaku dan tutur kata serta prilaku kita dan juga terhadap response kita dlm menghadapi sesuatu hal.

  2. Bertekun dalam doa, dengan kondisi spt ini tentu kita harus tekun dan selalu berdoa kpd Tuhan dlm kesempatan apapun, agar wabah virus Corona 🦠 cepat selesai. Ayat tsb diatas mengajari dan memerintahkan kita sebagai manusia harus menyerahkan dan mengandalkan Tuhan jika situasi dan kondisi sudah teramat sulit dan rumit, karena hanya Dia-lah yg menjamin dan bisa memberikan pemulihan situasi dan kondisi berubah seperti semula, bahkan lebih baik lagi.
    Doa disini tentu yg dikehendaki Tuhan bukan :
    Doa sekedarnya, doa hafalan, doa asal-asalan, doa kebiasaan, doa asal terucap di bibir, doa show agar dilihat dan dipuji banyak orang. Akan tetapi yg saya harapan disini benar2 doa yang keluar dari hati setiap individu sbg persembahan yang hidup dan yang berkenan kepada-Nya, dan di tujukan kepada Allah yang benar.

Jika kita bisa melakukan tiga hal ini (bersukacita, sabar dan tekun berdoa), tentu kita tidak akan jenuh dan tidak akan bosan meskipun stay at home (dikurung di rumah).
Terimakasih, semoga ber manfaat. ( red! Tomi)

Komentar

News Feed