Korban Penipuan Trading Binomo Akan Demo, Polri :Kami Tidak Bisa Di Intervensi

DK Jakarta351 Dilihat

Investigasi bhayangkara Indonesia JAKARTA Korban penipuan trading melalui aplikasi Binomo rencananya akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Bareskrim Polri pada Senin (21/2/2022) siang nanti.

“Saat ini sudah dilakukan penyelidikan tentang pengurus ataupun pemilik dari platform Binomo,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan

Menyikapi rencana aksi unjuk rasa tersebut, Bareskrim Polri menyatakan akan terus bekerja menyelidiki kasus dugaan penipuan tersebut secara profesional tanpa terpengaruh tekanan dari massa.

“Dalam proses penyidikan, penyidik tidak dapat diintervensi baik oleh pelapor maupun terlapor,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi.

Whisnu menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) dan bekerja secara independen menggunakan rencana penyidikan yang telah disusun.

Di sisi lain, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengungkap belum mengetahui rencana aksi unjuk rasa dari para korban Binomo.

Rencananya, Ramadhan akan mengecek dan memeriksa terlebih dahulu izin pelaksanaan unjuk rasa di depan Bareskrim Polri tersebut.

“Nanti akan kami cek terlebih dahulu apakah ada pemberitahuan aksi atau tidak,” jelas Ramadhan.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa ini digelar buntut dari mangkirnya crazy rich asal Medan Indra Kesuma alias Indra Kenz dari pemeriksaan penyidik pada Jumat (18/2/2022) kemarin dan tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kasus penipuan Binomo ini telah naik statusnya ke tingkat penyidikan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan alasan ditingkatkan status perkara tersebut karena penyidik menemukan dugaan unsur pidana.(ww)