Kurangnya Pengawasan Dalam PTM, Melonjaknya Kasus Covid Di Sekolah

MPR RI245 Dilihat

Investigasi bhayangkara Indonesia Data Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menunjukkan, sepanjang September hingga awal November 2021 ada 20 daerah yang menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas karena ada kasus positif Covid-19 yang terjadi pada Guru dan juga Siswa akibat dari minimnya pengawasan terlebih saat siswa pulang sekolah.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo ( Bamsoet) ketika di Gedung MPRRI 10/11/21 Menyarankan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Dinas Pendidikan untuk membentuk tim pemantau guna meningkatkan pengawasan di sekolah yang melaksanakan PTM, serta mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas secara komprehensif, detail dan berkala di tiap sekolah, agar diketahui permasalahan hingga pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang sering terjadi dan harus diatasi.

Kemendikbud bersama pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk memperhatikan sarana dan prasarana penunjang disetiap sekolah, agar dapat meningkatkan kedisiplinan guru maupun siswa dalam menerapkan prokes khususnya kepada siswa sepulang sekolah dan hari saat jadwal PTM terbatas, salah satunya dengan melaksanakan razia di titik tertentu tempat para siswa biasa berkumpul.pinta Bamsoet

Bamsoet juga meminta pemerintah daerah untuk bersikap tegas bagi sekolah yang melanggar prokes. Sikap tegas diperlukan demi meminimalisasi sebaran Covid-19 dan risiko klaster sekolah.

Kepada setiap orang tua siswa/i, untuk lebih berperan aktif dalam mengawasi anaknya ketika mengikuti PTM terbatas, disamping terus mengingatkan anak agar tetap waspada dan disiplin terhadap prokes, himbau Bamsoet