oleh

LSM Geram, Dana Bansos di Desa Rejosari Diduga Disunat.

Kendal-investigasibhayangkara.com Para Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Kendal geram mendapat informasi Dana Bansos di Desa Rejosari Kecamatan Ngampel Kendal diduga disunat.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Aktivis Kendal, Subagyo yang kecewa atas ulah oknum yang ada di wilayah Desa Rejosari yang tega-teganya berbuat tak terpuji,”
Jika betul terjadi pemotongan BLT terkait Dana Penanganan Covid yang diperuntukan masyarakat yang berhak, maka hal tersebut sangat disayangkan dan perlu diusut tuntas ,” ujarnya. (Sabtu, 4/7).

Bahkan Subagyo juga akan melaporkan Kasus ini Kepada Aparat Penegak hukum agar diusut tuntas, “Kami sebagai aktifis akan segera mendorong dan melaporkan ke APH atas tindakan oknum aparat Desa yang diduga telah melakukan pemotongan BST yang tidak sesuai peraturan perundangan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kendal, Subarso menjelaskan bahwa Bantuan Sosial tidak boleh ada pemotongan,” Itu salah, kalau ada yang belum kebagian pihak Desa bisa mengajukannya. Karena bantuan dampak Covid 19 ini memang tidak hanya untuk orang miskin. Tapi yang terdampak Mas,” ujarnya.

Selanjutnya Kades Rejosari, Komar saat dikonfirmasi melalui Handphonenya, hingga ditulisnya berita ini belum juga membalasnya. Dalam Pantauan Media ini tersiar kabar
di Wilayah RT Desa Rejosari Para penerima Bansos BST diduga dipotong Rp 200 ribuan setiap orang .
Alasannya untuk di bagikan bagi orang yang masuk daftar tapi tidak dapat bantuan.
Hasil dari pitongan tersebut di bagikn ke warga lainya sebesar Rp 70 ribuan setiap orangnya.

Namun cara membagikannya pun disinyalir tidak sesuai dan tidak merata. Dan diketahui kasus ini dilakukan
di Wilayah RT 05 ,RW 02 Desa Rejosari Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal.(Syailendra/TIM)

Komentar

News Feed