oleh

Manager dana BOS Disdik Labusel.Back UP Kepsek 112227 Rasau Kec Torgamba Gasak Dana Buk

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Setelah di konfirmasi media ini Senin 20/7/2020 di kantor dinas pendidikan labuhanbatu selatan kabid (kepala bidang ) SD Amin Rambe,S.Pd berjanji akan panggil Kepala sekolah SDN 112227 Rasau

Info yang dapat di himpun Hj.Nurliani,S.Pd menantang media dengan bahasa “Silahkan saja di beritakan ,tidak akan mempan itu dan tidak di gubris dinas pendidikan,lihat saja mana ada di gubris dinas pendidikan ujarnya”.

Sampai berita ini di turunkan sore ini tidak ada tindakan dari dinas pendidikan kepada kepala sekolah tersebut sesuai janji para pejabat kepada wartawan dan orang tua murid menyelesaikanya.

Saat di konfirmasi wartawan melalui selulernya manager dana BOS (Biaya Operasional Sekolah ) Salman Siregar,S.Pd mantan kepala sekolah SDN desa Bange kecamatan Torgamba serta mantan Ka.UPTD dinas pendidikan kecamatan Silangkitang ini,membalas SMS kepada wartawan Selasa 21/7/2020,”” Apabila pihak satuan pendidikan tidak melaporkan realisasi penggunaan dana BOS nya,maka satuan pendidikan di Triwulan berikutnya tidak lagi tersalurkan ujar Salman Siregar,S.Pd,Artinya dari penjelasan manager dana BOS ini,tidak ada kejelasan yang transparan,tidak mampu secara langsung menyalahkan atau tuding kepala sekolah SDN 112227 Rasau melakukan tindakan yang salah,serta tidak mampu juga untuk membela atau membenarkanya.

Leo Janner Hasibuan,SH menanggapi bahasa manager dana BOS dinas pendidikan labuhanbatu selatan Salman Siregar ” Di minta bapak Salman Siregar selaku manager dana BOS jangan ber opini dan membuat statmen pembohongan publik,coba bahasa bapak lewat SMS tersebut ini sudah tahun ajaran 2020,sementara yang mereka gelabkan anggaran tahun 2019,saya sarankan di laporkan saja ke ranah hukum atau seperti yang di minta DPRD di RDP kan saja biar jelas dan benderang siapa di belakang kepsek yang ikut terlibat ujar Leo.

Menyuruh anak didik belajar di rumah oleh pihak sekolah satu buku kongsi lima murid ganti gantian menggunakanya, B.Surbakti anggota DPRD labuhanbatu Selatan daerah pemilihan kecamatan Torgamba menyesalkan tindakan kantor dinas pendidikan dan Kepala Sekolah SDN 112227 Rasau kecamatan Torgamba menyesalkan hal ini bisa terjadi,Buat saja laporanya ke DPRD,Biar kita panggil oknum kepala sekolah ataupun Kepala sekolah se -Kecamatan Torgamba,DPRD tidak mau pendidikan di labuhanbatu selatan di jadikan ajang bisnis ujarnya Selasa 21/7/2020 di sela sela acara paripurna istimewa di sekretariat DPDR Sosopan Labuhanbatu Selatan.

Lanjut B.Surbakti,Nanti setelah ada pengaduan resmi ,akan kita panggil secara resmi yang berkaitan dengan dana BOS manager dana BOS,pengawas,Korwil,kabid SD,komite,Bendahara ,dan orangtua murid,tidak luput kepala sekolah SDN 112227 Rasau ujarnya

Masih oleh DPRD Pdip ini, ” )Buku yang di berikan ke murid berbentuk fotocopy hal ini menyalahi aturan dan ketentuan dirjen pendidikan dasar,terkecuali hilang dan rusak sebahagian akibat bencana atau banjir,itu di bolehkan bukan buku yang dari perpustakaan buku yang di fotocopyan dari hal inilah kami orangtua murid merasa kecewa atas tindakan dan perlakuan kepala sekolah Hj Nurliani,S.Pd dalam pelaksanaan belajar di sekolah SDN 112227 Rasau ini dan bendahara dana BOS Nuraini,S.Pd.

Dan juga sebagaimana di sampaikan oleh ketua lembaga pemerhati pendidikan dan penggiat anggaran negara Provinsi Sumatera Utara Leo Janner Hasibuan,SH Kemaren Senin 20/7/2020 terkait hal ini menjelaskan Jika saya melihat dana yang di gunakan sekolah tersebut (SDN 112227 Rasau ) di tahun ajaran (TA ) 2019 sekolah tersebut menyerab dan gunakan anggaran dana untuk belanja buku cukup pantastis Rp.28.861.000,- semua di belanjakan di bayarkan pihak sekolah pada triwulan kedua di tahun anggaran 2019 atau tahun ajaran 2019.
Leo Janner Hasibuan,SH yang juga seorang lawyer ini, kemaren.memaparkan sebagaimana terinci sebagai berikut :
di kolom 1.a.2 jumlah buku di belanjakan sebanyak 688 eksampler buku dengan bobot biaya Rp.20.048.900,-,Di kolom 1.b.2 jumlah buku yang di belanjakan sebanyak 13 eksampler dengan pagu anggaran Rp.226.100,-,serta yang terakhir di kolom 1.c.2 Jumlah buku yang di belanjakan sebanyak 217 eksampler dan biaya anggaran Rp.8.586.000,- Serta belanja perpustakaan Rp.28.860.800,- Jika sampai buku anak -anak tidak ada sebagaimana yang di sampaikan orangtua murid,adukan saja ke ranah hukum agar di proses sesuai tindakan yang di lakukan ujar pengacara ini.
Saya ( Leo Janner Hasibuan,SH sangat menyesalkan tindakan Kabid – SD Amin Rambe,S.Pd di dinas pendidikan labuhanbatu selatan kemaren berjanjin Senin 20/7/2020 Akan kita panggil kepala sekolahny dan bendaharanya,akan kita proses sesuai perkaluan dan tindakan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan ujar kabid singkat,tapi nyatanya nol besar kita tunggu saja proses berlanjut ujar Leo.(Sulaiman Malaka )
)

Pengirim berita :Sulaiman Malaka.

Komentar

News Feed