oleh

Mantan Ketua Permaja Jaya Desak JPU Tuntut Terdakwa Gelar Akademik Palsu Seberat-Beratnya

Investigasi Bayangkara Indonesia, Jakarta – Beberapa hari lagi sidang terdakwa Jumawarzi anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Partai Gerindra yang terlibat perkara penggunaan gelar akademik palsu akan berlangsung (28/01/2020).

Perkara penggunaan gelar akademik tanpa hak ini rupanya menjadi perhatian seluruh unsur mahasiswa maupun masyarakat.

Muhammad Iqbal Ardiansyah mantan Ketua Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya (Permaja Jaya) angkat bicara perihal kasus ini.

Iqbal menilai perbuatan terdakwa Jumawarzi sudah sangat merugikan mahasiswa yang mendapatkan gelar akademik secara benar.

“Perbuatan Jumawarzi ini adalah kejahatan yang tidak bisa dimaafkan, yang mana diatur dalam Undang-Undang khusus, jika kita bicara kerugian yang dirugikan terdakwa adalah seluruh mahasiswa seIndonesia”, kata Iqbal.

“Jika terdakwa Jumawarzi tidak di hukum berat maka saya rasa akan banyak orang yang sembarang memakai gelar akademik, kasian kami yang susah payah mengikuti perkuliahan untuk mendapatkan gelar akademik”, ucap Iqbal.

Iqbal mendesak agar JPU Kejaksaan Negeri Tebo menuntut terdakwa Jumawarzi dengan tuntutan maksimal.

“Yang tercantum dalam pasal 93 Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang berbunyi, Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi yang melanggar pasal 28 ayat (6) atau ayat (7), pasal 42 ayat (4), pasal 43 ayat (3), pasal 44 ayat (4), pasal 60 ayat (2), dan pasal 90 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana dengan paling banyak Rp 1 miliar”, kata Iqbal.

“Jadi berdasarkan pasal tersebut hendaknya Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tebo harus menuntut hukuman maksimal dari pasal 93 Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi minimal di tuntut 5 tahun penjara dan denda 1 milyar biar jera”, tutup Iqbal.

Komentar

News Feed