MBR, Pasang Dulu Baru Survey

KAL-TIM307 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Com Berau – Pansus Perumda Air Minum PDAM Batiwakkal terus berlanjut, Pansus yang tugasnya untuk menggali Fakta kinerja Perumda PDAM Batiwakkal atas laporan mantan dewan pengawas. Pansus yang digelar diruangan rapat Bersama Kantor DPRD Berau menghadirkan Dirut Perumda PDAM Batiwakkal Saipul Rahman beserta para Staf Kabag.

Acara yang digelar Hari senin jam 20.00 sesuai dengan undangan di hadiri oleh Ketua Pansus Wendy lie jaya dari fraksi Partai Nasdem, Seketaris Pansus Falentinus dari fraksi Partai Demokrat, Wakil Ketua Andi Amir dari Fraksi Partai Golkar, H. Saga dari Fraksi Partai PPP, Elita dari Fraksi Partai Golkar, Rahman dari fraksi Partai PKS, Nurung dari fraksi partai Nasdem dan Staf Dewan. Senin ( 09/08/21).

Diantara rapat pansus yang digelar Senin malam juga membahas pemasangan pipa meteran berwarna kuning yaitu pipa meteran yang terkhusus buat Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Pansus kali ini banyak menemukan banyak fakta fakta baru kalau MBR ini tidak tepat sasaran karena ada beberapa jumlah rumah warga yang terpasang pipa meteran berwarna kuning MBR di daerah kecamatan Sambaliung Rumahnya Beton dan Trepasang AC, Kemudian terparkir sebuah mobil dan motor.

Ketua pansus Wendy lie jaya mengajukan pertanyaan kepada staf Perumda Batiwakkal bagian pemasangan pipa MBR, Apa syarat dan ketentuan masyarakat yang mendapatkan MBR. Pertanyaan dari ketua pansus langsung dijawab oleh staf perumda air minum Toyib, Toyib menjelaskan Bahwa yang menjadi syarat adalah kita mengambil acuan dari Konsultan Kementrian PUPR. Berdasarkan hasil survey konsultan lah kami akan memasang pipa MBR ini, Tugas dari PDAM ini hanya melakukan pendampingan saja, ‘’Tegas Toyib.

Toyib menjelaskan juga kalau pihak pdam hanya melaksanakan pemasangan berdasarkan data yang diberi PUPR kami tidak berani melakukan kalau tidak sesuai dengan data.

Pertanyaan lagi dari ketua pansus kepada Toyib, Kalau tidak lolos survey PDAM tidak berani tapi kenyataannya banyak data yang tidak bisa di klaim ke pusat. Wendy mengatakan pihak PDAM harus jujur dalam menjawab, Wendy menjeaskan kalau pemasangan MBR ini ada mekanismenya, Permen PUPR No.3/PRT/M/2018 Tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan Menteri Pekerja Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 38/PRT/M/2015 Tentang bantuan Prasarana,Sarana, Dan Utilitas Umum untuk Perumahan Umum. Pihak PDAM menerima hibah artinya pdam itu menerima data yang lolos setelah di survey dari pihak PUPR Kementerian.

Dijelaskan Wendy, kalau sesuai dengan SOP ini tidak mungkin tidak lolos semua. Setelah menjelaskan Wendy meminta staf dewan menayangkan sebuah foto di slide layer yang ada di ruang rapat Bersama. Didalam slide foto-foto banyak menemukan fakta kalau pemasangan pipa MBR banyak terpasang di rumah terbuat dari beton dan ber-AC kemudian di rumah juga ada terparkir sebuah motor dan Mobil pribadi. Setelah tayangan itu berlangsung Kontan sambutan wakil pansus Andi amir menyatakan kalau begini pemasangan MBR ini diduga Pasang Dulu baru Survey.

Dirut Perumda air minum PDAM Batiwakkal Saipul Rahman memberikan tanggapan, Sebelum melaksanakan pemasanagan tahun 2020 kita sudah konsultasi dengan kementrian PUPR. Akan tetapi ketua pansus menyatakan kami sudah konfirmasi kepada Kadis PUPR Berau, Kadis PUPR mengatakan tidak ada. ‘’ Saipul Rahman pun menjelaskan kami sudah ada konsultasi kepada pihak kementerian, Gmana kalau dirumah itu ada punya AC dan jawaban ‘ Bisa ‘. Ketua pansus Wendy juga angkat bicara kalau pihak pansus sudah menghubungi PUPR Berau dan jawabannya tidak pernah dilibatkan terkait pemasangan MBR.

Wendy juga mempertanyakan pada tahun 2020 atau 2019 apakah pak dirut melakukan proyek sendiri, Kemudian dijawab Dirut ‘iya’.Pemasangan MBR ini ternyata banyak ke perumahan yang ada di kecamatan sambaliung, Sesuai dengan aturan kalau perumahan itu adalah tanggung jawab pengembang kenapa sampai pemasangan MBR ini masuk. Wendy juga menjelaskan bahwa perumahan itu adalah pengembang swasta.

Ketua pansus Wendy pun bertanya lagi kepada Dirut PDAM, Pemasangan MBR ini dana mana lagi yang dipakai untuk menangalangi dan aturan mana yang memperbolehkan. Jawab Dirut PDAM Saipul Rahman, Dana yang dipakai adalah dana diambilkan dari penyertaan modal yang diberikan oleh Pemerintah Daerah itu dihibahkan melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), Tegas kata Wendy tidak boleh karena itu sudah sesuai dengan aturan. Wendy juga mengatakan jangan mempelesetkan aturan dan jangan pakai asumsi. Semua pakai Perda.

Dirut perumda air minum PDAM Batiwakkal Saipul Rahman juga mengatakan kalau MBR ini dipasang dulu daru di survey. Hasil dari rapat pansus Perumda air minum PDAM Batiwakkal di Ruangan rapat Bersama DPRD Berau. ( ferybahagia).