Mediasi Ke Empat Terkait Sengketa Tanah Di Desa Tasikharjo Jenu Tidak Mendapatkan Hasil.

JA-BAR237 Dilihat

Tuban || Investigasibhayangkara.com — Mediasi terkait sengketa tanah yang obyek nya saat ini di kuasai oleh Kaji Dami istri Kaji Hilal dan dokumen tanah tersebut berupa leter C dan petok D bernama Kamdinah masih belum bisa terslesaikan secara kekeluargaan, tidak sesuai yang di harapkan oleh ke dua belah pihak.

Sudah beberapa kali telah di upayakan oleh Pemerintah Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban untuk di adakan mediasi antara kedua belah pihak yaitu penggugat atas nama Temu dan anak nya Karyono dengan tergugat atas nama Kaji Dami istri Kaji Hilal agar selesai permasalahan sengketa tanah tersebut di tingkat Desa, tetapi tetap gagal.

Mediasi pertama di lakukan di rumah penggugat yang di hadiri oleh Kepala Desa Tasikharjo Damuri, oleh penggugat Temu dan anaknya Karyono, ke dua saksi hidup Kaemo dan Sardi, Ketua LSM GMBI Distrik Tuban Nurhadi dan awak media IBI, namun hasilnya nihil.

Mediasi ke dua di adakan di Balai Desa Tasikharjo, di hadiri oleh penggugat Temu dan anaknya Karyono namun tergugat Kaji Dami tidak hadir.

Mediasi ke tiga juga di Balai Desa Tasikharjo lagi, di hadiri oleh penggugat Temu dan anaknya lagi, namun tergugat Kaji Dami tidak hadir lagi.

Mediasi ke empat di Balai Desa Tasikharjo lagi, di hadiri oleh penggugat Karyono anaknya Temu, Kepala Desa Damuri beserta perangkat, di hadiri oleh Bapak Camat Jenu Reza, Bapak Danramil Jenu Sudiono, LSM GMBI Tuban, serta awak media IBI untuk mengikuti jalannya mediasi, namun hasilnya nihil lagi.

Dalam mediasi yang ke empat ini Kepala Desa Tasikharjo Damuri menyampaikan bahwa pihaknya tetap akan menepati janjinya kepada penggugat, apabila tergugat tidak hadir pihaknya tetap akan membukakan buku Kretek Desa sesuai yang telah di sepakati waktu mediasi ke tiga kemarin, dan ini sudah di buktikan oleh Kades Tasikharjo Damuri.

“Ya sesuai dengan kesepakatan kemarin walaupun pihak tergugat tidak hadir saya tetap akan membukakan Buku Kretek Desa tersebut, namun tetap sesuai dengan peraturan, hanya yang berkepentingan saja yaitu pak Karyono saja yang boleh tahu, “Ucap Kades Tasikharjo Damuri”. Kamis (11/11/21).

Dalam mediasi yang ke empat ini, Camat Jenu Reza menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu membina dan memberikan solusi yang terbaik untuk segala persoalan masyarakat yang ada di Desa Tasikharjo agar semua permasalahan bisa terslesaikan, namun terkait dengan adanya pembukaan Buku Kretek Desa itu memang menjadi rahasia negara, jika ingin membuka nya harus ada tata cara nya yaitu ada syarat yang harus di lengkapi, tetapi semua tetap kembali pada kebijakan Kepala Desa.

” Ya kalau membuka buku kretek desa itu memang ada aturan dan peraturannya, karena memang itu masuk dalam rahasia negara, namun semua ini saya kembalikan ke pihak Desa, karena kewenangan ada pada pak Kades, jika sudah ada kesepakatan maka ya monggo di bukakan, tetapi harus Kepala Desa dan Penggugat saja yg boleh tahu, ” Ucap Camat Jenu Reza”.

Danramil Jenu Sudiyono menyampaikan, mediasi ini sudah yang ke empat kali nya, namun tergugat tidak hadir, tetapi hari ini harus selesai dan tidak ada mediasi lagi, harus selesai.

“Ya saya di sini sebagai pihak keamanan, saya minta harus selesai dengan baik, dan tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, dan saya minta mediasi ini harus yang terakir, harus selesai hari ini, ” Ucap Danramil Jenu Sudiyono”.

Terakir di sampaikan oleh Iptu Prayit dari Polres Tuban yang mewakili Kapolsek Jenu menyampaikan bahwa permasalahan ini tentu tidak akan selesai karena pihak tergugatnya tidak hadir, maka mediasi ini tetap nihil.

“Ini mediasi tetap belum bisa selesai, kalau saran saya kalau memang tidak ada penyelesaian itu lebih bagus mengajukan gugatan di Pengadilan saja, karena dari semua pihak pasti merasa benar semua, tentu hanya Pengadilan yang bisa memutuskan,” Ucap Iptu Prayit”. [Sunarto]