MTQ Wujud Identitas Kota Tangsel, Tetap di Gelar Dengan Prokes Ketat

BANTEN175 Dilihat

Investigasi bhayangkara Indonesia, Tangerang – Di kala PPKM Ketat sedang berlangsung, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tetap melangsungkan MTQ ke-XII Tingkat Kota Tangerang Selatan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga, dalam Pembukaan MTQ Ke-XII Tingkat Kota Tangerang Selatan di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jumat (02/07).

Turut hadir pula, Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, Ketua Umum LPTQ Tangsel, Bambang Noertjahtjo, Ketua Harian LPTQ Tangsel, M. Sobron Zayyan, perwakilan Kejari dan BPN Tangsel, dan perwakilan Dewan Hakim.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ ini menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan agar tidak tercipta klaster baru Covid-19. Sebagaimana yang dikhawatirkan oleh masyarakat atau stakeholder lainnya.

“MTQ adalah identitas dari Kota Tangerang Selatan sehingga tidak bisa dihilangkan atau tetap harus dilakukan,” ujar Pilar usai menghadiri Pembukaan MTQ Kota Tangerang Selatan itu.

Ia pun menambahkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan panitia, juri dan peserta. Diantaranya yaitu setiap orang yang berperan didalamnya harus dicek apakah terbebas dari Covid-19 sehingga tidak menyebabkan penularan dalam kegiatan.

Kemudian dia menambahkan dari koordinasi yang dilakukan oleh Pemkot dan Kementerian Agama adalah kegiatan yang dipercepat sehingga tidak memakan waktu lama. Kemudian juga dilakukannya dalam tempat terpisah.

“Sebenarnya tahun lalu juga memanfaatkan teknologi, jadi bukan hal yang baru,” kata Pilar.

Sementara Ketua LPTQ Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, menjelaskan ikhtiar, doa, dan tawakkal mutlak dilakukan dan kegiatan MTQ salah satu upayanya.

“Semoga dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, wabah Covid-19 di Kota Tangsel dapat melandai dan hilang, kita yakin Al-Qur’an adalah rahmat dan obat,” ujarnya.

Kemudian Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Abdul Rojak, mengingatkan kegiatan MTQ ini harus terus ditingkatkan di masa-masa mendatang, karena merupakan salah satu bagian dari syi’ar agama, khususnya mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an dengan cara meningkatkan pemahaman tentang isi dan kandungan kitab suci Al-Qur’an.

“MTQ bukanlah acara seremonial belaka, bukan hanya sebagai ajang untuk mencari yang terbaik dengan kategori-kategori yang dilombakan, tapi sebuah kegiatan untuk lebih mencintai dan memahami Al-Qur’an,” tutupnya.(ard)