Mukernas PHDI tahun 2021 perkuat kearifan lokal

DK Jakarta171 Dilihat

Investigasibhayangkara.com , Jakarta – Pesamuhan Agung ( Mukernas) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) thn.2021 telah dilaksanakan secara virtual dari tanggal 31 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021, dengan mengacu kepada Anggaran Dasar PHDI psl 17 ayat(2)huruf a,b dan h, psl. 29, serta Anggaran Rumah Tangga PHDI psl.16 ayat (1),ayat(2), dan pasal 22.
Pesamuhan Agung 2021 dihadiri oleh 127 orang peserta, terdiri dari unsur Sabha Pandita, Sabha Walaka, Pengurus Harian Pusat, Para Ketua PHDI Provinsi, Pimpinan Organisasi/Lembaga/Badan/Yayasan/Instansi, diawali dengan doa, laporan Ketua Panitia Pelaksana, Irjen. Pol.(Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, SH,MM, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan sambutan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc. yang sekaligus membuka Pesamuhan Agung secara resmi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Ketua Umum Pengurus Harian maupun Dirjen Bimas Hindu kompak mengajak Umat Hindu agar bersatu dalam spirit persaudaraan (vasudhaiva kutumbakam), silih asih, asuh dan asah, “sagilik-saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya (bersatu-padu, saling menghargai pendapat orang lain, dan saling mengingatkan, saling menyayangi, saling tolong-menolong)”, menghindari perselisihan, saling memaafkan ketika terjadi kekeliruan/kesalahan dan mengedepankan kejernihan pikiran dalam mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada dan agar dapat menjadi tauladan bagi umat dalam mewujudkan perilaku shantih (damai) dan harmoni.
Pesamuhan Agung 2021 yg kepertama kalinya dilaksanakan secara virtual sebagai kosekwensi pandemi covid-19, telah menghasilkan beberapa keputusan penting yang diperlukan bagi pembinaan Umat Hindu di Indonesia ke depan.
Dalam rancangan revisi AD/ART misalnya, penghormatan pada nilai-nilai kearifan lokal diperkuat, secara eksplisit dicantumkan ke dalam AD/ART PHDI. Penguatan dan penghargaan pada nilai-nilai kearikan lokal juga dimunculkan sebagai salah satu program bidang Agama dan Lintas Iman.
Seluruh rancangan ini akan dibahas lebih lanjut dan disahkan pada forum Mahasabha PHDI XII bulan oktober 2021 yang akan datang. Jika penghargaan pada nilai-nilai kearikan lokal ini telah disahkan oleh forum Mahasabha, akan menjadi tantangan atau “pekerjaan rumah” tersendiri bagi pengurus PHDI di seluruh Indonesia dalam mengefektikan pembinaan Umat pada komunitasnya. Berbagai Tempat-tempat suci, kidung-kidung suci khas daerah, pakaian persembahyangan, dan berbagai ekspresi keagamaan akan menunjukkan warna-warni kearifan lokal Hindu di Indonesia. Di satu sisi, hal ini sangat bagus dalam menjaga keindahan budaya Nusantara, namun pada sisi lain menjadi tantangan dalam membangun sikap menghormati dan menghargai perbedaan ekspresi praktek keagamaan pada setiap komunitas.
Hal penting yang juga diputuskan dalam Pesamuhan Agung tahun 2021 adalah Penguatan dalam pengelolaan dana punia melalui Badan Dharma Dana Nasional (BDDN), dan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu Indonesia dan Dunia. Candi Prambanan yang berada dibawah perlindungan UNESCO selama ini lebih banyak dikenal sebagai obyek wisata. Dengan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan maka dapat dipastikan kesucian dan perawatan Candi Hindu ini dapat lebih terjaga.
Kami berterima kasih kepada para Pandita dan peserta Pesamuhan Agung PHDI 2021 yang telah membuat keputusan mengusulkan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu Indonesia dan Dunia. Keputusan ini penting, meskipun “…perjuangan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu pun sudah mendapat dukungan dari Presiden Bapak Joko Widodo, Menteri Agama, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, kata Hendranta Wisnu, tokoh umat Hindu dari Klaten yang banyak bersentuhan langsung dengan kegiatan keagamaan Hindu di Candi Prambanan.”
Pada acara penutupan Pesamuhan Agung, Ketua Panitia Pelaksana Irjen. Pol.(Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, SH.,MM, dan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Pesamuhan Agung seraya kembali menyerukan agar Umat Hindu dapat mempererat tali persaudaraan (pasemetonan), saling mengasihi, menghindari perselisihan dan perpecahan, sebaliknya agar mengedepankan sikap jernih, bijak dan saling menghormati, bersama-sama membangun, mengembangkan dan menjaga inklusivitas semesta sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.
(Panitia Pesamuhan Agung)