oleh

Ops patuh Tinombala Ditlantas Polda Sulteng telah berakhir dengan 1.619 pelanggaran

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com. Palu, setelah berjalan selama dua pekan Operasi Patuh Tinombala 2020 yang di gelar oleh Ditlantas Polda Sulteng berakhir Rabu (5/8/2020) pukul 00.00 wita.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng Kombes Pol Kingkin Winisuda,SH,SIK melalui rilis yang dibuat humas Polda Sulteng dan diterus3kan kepada media di Palu, Kamis (6/8/2020)

Dalam keterangannya pria berpangkat tiga melati ini mangatakan selama pelaksanaan ops Patuh Tinombala 2020 Direktorat Lalu Lintas telah melakukan penindakan sebanyak 1.619 dengan rincian 869 tilang dan 750 teguran.

Ia menjelaskan untuk tilang di dominasi oleh pengendara roda dua sebanyak 773 dengan pelanggaran tidak menggunakan helm SNI 503,melawan arus 34,dan 30 pelanggararan berkendara di bawah umur,sedangkan untuk 750 teguran kebanyakan pengendara kendaraan tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker.

Lebih lanjut menurut kingkin sepanjang Operasi Patuh Tinombala 2020 digelar telah terjadi 20 kali insiden kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia 5 orang, luka berat 10 orang, dan luka ringan 19 orang dengan total kerugian sebesar Rp.49.600.000.

Angka kecelakaan lalu lintas selama ops patuh tinombala 2020 mengalami penurunan 13,04% dibandingkan ops patuh tahun 2019,

Sedangkan 20 kasus angka kecelakaan lalulintas terjadi di wilayah Palu 5 kasus, Donggala 6 kasus, Parigi Moutong 5 kasus, Banggai 2 kasus dan Morowali 2 kasus, terang Kingkin

“walaupun operasi ini telah berakhir,namun jajaran Dit Lantas Polda Sulteng akan terus melakukan himbauan dan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara,serta mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Sulawesi Tengah serta mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru”pungkasnya.( Faisal )

Komentar

News Feed