PASTIKAN KUALITAS PELAYANAN, KETUA OMBUDSMAN RI KUNJUNGI LAPAS NARKOTIKA BANGLI

Berita Hari Ini256 Dilihat

BALI – Bangli : Rabu, 23 Maret 2022, bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bangli, Kakanwil Kemenkumham Bali (Jamaruli Manihuruk) didampingi Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Bangli (Agus Pritiatno) menerima kunjungan kerja Ketua Ombudsman Republik Indonesia (Muhammad Najih). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Ombudsman RI (Jemsly Hutabarat) dan Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali (Umar Ibnu Alkhatab).

Tujuan kedatangan Ketua Ombudsman RI ke Lapas Narkotika Bangli adalah untuk melakukan kunjungan kerja serta melaksanakan monitoring terhadap pelayanan publik. Dalam kesempatan tersebut Kepala Lapas Narkotika Bangli menjelaskan alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat mulai dari pendaftaran kunjungan hingga mekanisme penitipan barang kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kakanwil Kemenkumham Bali (Jamaruli Manihuruk) menyampaikan bahwa Lapas Narkotika Bangli merupakan salah satu Lapas terbaik yang ada di Provinsi Bali dalam penyelenggaraan pembinaan dan pemberian layanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan sesuai dengan prinsip-prinsip Pemasyarakatan yang diterapkan di Indonesia.

Selanjutnya Ketua Ombudsman RI melakukan peninjauan langsung ke seluruh area Lapas Narkotika Bangli serta melihat pelaksanaan kegiatan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan seperti Perkebunan, Olahraga, Kerajinan Tangan, Pengelasan, Pembuatan Tempe, dan Kegiatan Rehabilitasi bagi Pengguna Narkoba. Beliau juga berkomunikasi langsung dengan WBP untuk menanyakan bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan di Lapas Narkotika Bangli.

“Kedatangan Kami ke Lapas Narkotika Bangli adalah untuk melihat lebih dekat proses pembinaan dan proses rehabilitasi di Lapas Narkotika Bangli sehingga nantinya dapat dijadikan percontohan untuk Lapas Narkotika lainnya karena metode yang digunakan memiliki potensi untuk diterapkan secara nasional”, jelas Muhammad Najih

Kepada Warga Binaan Pemasyarakatan, Ketua Ombudsman RI berpesan agar pengalaman dan pembinaan yang didapat selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan agar dijadikan acuan setelah selesai menjalani pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
“Jangan merasa terasing selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan. Inilah kesempatan kita untuk memperoleh ilmu sehingga dapat bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat setelah selesai menjalani pidana. Semoga semua diberikan kesehatan dan kesadaran untuk menjadi yang terbaik” tutup Muhammad Najih humanis.(Hum:Gd)