Pemutarbalikan Fakta, Polwan Pamen dan suami terfitnah dari Penyebaran Informasi Hoax oleh pelapor.

Sum-Sel184 Dilihat

Investigasibhayangkara. com Sumsel-Palembang

Husni Chandra SH, M.Hum suami dari terlapor oknum Polwan berpangkat perwira menengah (Pamen) yang juga sebagai advokat angkat bicara, terkait laporan atas dugaan melakukan tindak premanisme berupa pengeroyokan terhadap pelapor Rabara Roku (RR).

Secara tegas, HC membantah semua yang dituduhkan kepada dirinya.Ia tidak terima jika disebut mengadopsi cara-cara premanisme. Hal ini karena berhubungan dengan profesi HC selaku (Advokat/Pengacara), ujarnya.

“Fakta yang sebenarnya tidak seperti itu. Justru mereka yang menyambangi lokasi dengan mengerahkan preman,” kata Husni Candra (HC) kepada Awak Media Cetak, Media Elektronik dan Media Online di kantornya Jl Parameswara, Kec. IB I Kota Palembang, Senin (25/10) sore.

Husni Candra (HC) membeberkan bahwa, awal mula mencuatnya peristiwa ini terjadi pada. hari Minggu (3/10 2021). “Saya dan istri baru pulang dari hajatan lalu salah seorang warga Pandi(43 th) yang sedang menggali sumur di rumah Pandi bersama Alex menelpon saya bahwa ada serombongan orang dengan dikawal oleh preman Asep, Ben, Udin beserta 4 rekannya.
Mereka yang datang berjumlah lebih kurang 25 orang dengan membawa golok, parang, linggis dan sebagian yang lain membawa seng maupun gelam memagar tanah yang di dalamnya terdapat fasum berupa jalan warga dan musholla yang belum rampung di belakang Kompleks Perumahan Melaburi Bahagia Kenten, Banyuasin dibawah perintah Rabara Roku (RR) dan Suaminya yang mengaku sebagai pemilik tanah yang sah.

Pandi menyerahkan hp ke RR untuk berkomunikasi, tapi ditolak. “Saya tidak kenal dengan Hc “kilahnya. Pandi (43 th) selaku warga, “Pada saat Hc dan Istri datang warga sudah berkumpul di sana, aksi provokatif dari suami Roku yang berteriak” ini Lanang nyo, jangan dengen bininyo (ini laki-lakinya, jangan dengen istrinya). Saat suasana mulai memanas, seorang pemuda berbaju putih dari Kelompok RR yang meneriakkan ” kau belum tau dengen aku, dan kau belum tau siapo aku” ( anda belum tau dengan saya dan anda belum tau siapa saya) menyulut emosi warga Melaburi bahagia sehinga sama sama merangsek ke tengah dan terjadilah keributan mulut.”Hc membenarkan hal itu, “tidak benar juga pemberitaan di media saya dilaporkan melakukan aksi premanisme hingga mengeyorok. Justru saat itu RR yang terus-terusan memprovokasi kepada warga,” ungkap Hc.

Hal ini dibenarkan oleh Deri Mariaman (52 th) selaku RT. 41, RW.07 ketika dikonfirmasi, Deri menampik hal tersebut, “mereka semua yang ribut mulut di lapangan itu adalah warga saya. Mereka bukan preman. Justru RR beserta suaminya yang membawa preman. Selain itu selama 11 tahun tidak ada pemberitahuan kepada saya perihal kepemilikan tanah ini dan setahu saya tanah ini ada milik keluarga HC.”

Sementara itu Ferry (42 th) selaku warga yang dipercaya warga sebagai sekertaris RT, juga dipercaya sebagai perwakilan penerima wakaf Musholah (Nadzir) dan ketua pembangunan Musholah menjelaskan bahwa, ” kami semua merasa keberatan dengan tindakan pemagaran sepiihak karena yang di pagar itu fasilitas umum dan ibadah seperti jalan dan Musholah tanpa konfirmasi dengan Ketua RT beserta perangkatnya, juga dengan perwakilan penerima wakaf .” Hal ini juga dibenarkan oleh Alex (42 th), saya sudah ikut turut serta membangun perumahan ini mulai dari menimbun seluruh tanah termasuk yang bermasalah mulai dari 2013, tapi saya tidak pernah melihat RR di sini.”
Terkait istrinya yang merupakan terlapor di SPKT Polda Sumsel, Husni tidak menanggapi.
“Silakan ditanyakan langsung dengan Humas Polda Sumsel saja. Intinya kami selalu menyampaikan kepada RR untuk berbicara secara baik-baik,” pungkasnya.

Diketahui sebelumya bahwa RR warga Komplek Villa Putri Uliya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang melaporkan kasus penganiayaan dengan cara dikeroyok ke SPKT Polda Sumsel.
Rabara Rako (RR) mengaku dirinya telah dianiaya diduga oleh pasangan suami istri (Pasutri) oknum Polwan perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi. (Amru IBI).