oleh

Penggunaan Jaring Kelambu Resahkan Nelayan Kec.Jempang Kutai Barat, Dinas Kelautan Dan Perikanan Kaltim Adakan Razia Gabungan

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Ratusan alat tangkap ikan tidak standar berbentuk jaring kelambu (Sawaran) ditemukan Tim Razia Gabungan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim bersama aparat TNI-POLRI di perairan dangkal Danau Jempang Kabupaten Kutai Barat. Rabu 25/8/2021

Penggunaan jaring kelambu telah lama meresahkan karena menyebabkan tangkapan nelayan di kecamatan Jempang jauh berkurang akibat penggunaan alat tangkap ikan tersebut.

Eko Kurniawan, Kepala bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Provinsi Kaltim yang mengomandani giat tersebut mengaku melakukan patroli gabungan itu atas permintaan warga kecamatan Jempang.

“Tanggal 27 Juli kita sudah melakukan mediasi, tapi masih ada yang pasang sawaran. Makanya kita bentuk tim terpadu untuk melakukan patroli disini,”kata Eko.

Sawaram (jaring kelambu) adalah Jaring yang diikat dengan tali pada tiang kayu yang ditanam dalam air dengan ukuram  rata-rata 2×3 meter hingga puluhan meter.  

Menurutnya, memang sesuai undang-undang alat tangkap sawaran tidak dilarang, namun dengan ukuran kecil. Sedangkan yang dipasang warga ukurannya terlalu lebar dan panjang.

“Ini mempengaruhi ekosistem danau, kita temukan di lapangan ternyata masih banyak ikan-ikan kecil yang tertangkap.”jelas Eko Kurniawan.

“Kita mengimbau nelayan dari Kubar maupun dari Kukar untuk penuh kesadaran tidak menggunakan alat tangkap yang tidak diperbolehkan.”tegas Eko saat diwawancarai media IBI di Balai Desa Pulau Lanting setelah lakukan razia.

Adapun keresahan para nelayan di kecamatan Jempang, menurut Petinggi Pulau Lanting penggunaan alat tangkap sawaran itu sudah lama terjadi dilakukan oleh nelayan dari kampung Jantur kecamatan Muara Muntai kabupaten Kutai Kartanegara.

Warga kampung Pulau Lanting yang 70 persen adalah nelayan dari jumlah penduduk 1.500 jiwa dan 140 Kk tidak ada yang memakai jaring sapu rata itu, sedangkan warga Kutai Kartanegara malahan memasang jaring di wilayah Kubar.

“Nelayan dari Pulau Lanting mengadukan ke saya tapi saya koordinasi dengan aparat berwajib. Jangan sampai timbul gesekan di lapangan,”terang Irawan.

Menurut Irawan, sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama yang difasilitasi DKP Kaltim bahwa sawaran tidak boleh digunakan.

Namun faktanya hanya nelayan dari kecamatan Jempang yang taat, sedangkan nelayan dari Kutai Kartanegara nekat menggunakan sawaran.

“Itu tanggal 5 Juli lalu sudah ada kesepakatan di provinsi. Waktu itu diikuti kepala kampung dari kecamatan Jempang yaitu kepala kampung Pulau Lanting, Tanjung Jone dan Muara Ohong.
Terus dari Kutai Kartanegara diikuti kepala desa Jantur. Tapi nelayan dari sana tetap pasang. Alasan mereka dari kepala desa Jantur tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga,”jelas Irawan.

Dia mengaku hasil tangkapan nelayan Jempang jauh berkurang akibat penggunaan sawaran.

“Karena dengan adanya sawaran itu bibit-bibit ikan yang sebutir korek api saja tertangkap. Ikan besar juga susah,”papar Irawan.

Sebenarnya, menurut Irawan masyarakat jempang tidak mempersoalkan warga dari luar daerah mencari ikan di Danau Jempang, namun demikian mereka berharap peralatan yang digunakan harus standar. 

Sangat disayangkan, faktanya bukan hanya tidak taat terhadap kesepakatan tetapi nelayan Kukar bahkan ada yang memakai pukat harimau dan alat setrum.

Labih lanjut Petinggi Irawan juga menyayangkan respon Dinas Kelautan dan Perikanan, juga aparat keamanan seolah membiarkan kondisi itu. Padahal sudah berulang kali dilaporkan sampai diadakan hearing di DPRD Kubar.

Selama 2 tahun menjabat sebagai Petinggi memang belum pernah ada razia, bahkan jauh hari sebelumnya.

“Selama ini belum pernah ada patroli seperti ini,”cetus Irawan.

Sementara secara terpisah Imansyah, Kepala kampung Tanjung Jone mengungkapkan jaring jaring kelambu yang panjang pernah makan korban jiwa.

“Kemarin ada yang sampai meninggal karena tabrak jaring ini. Pas dia lewat tali yang ikat jaring sangkut di leher. Akhirnya jatuh tenggelam,”ungkapnya.

Kapolsek Jempang Iptu Sainal Arifin ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya kesulitan menertibkan nelayan nakal di wilayah setempat karena tidak memiliki sarana prasarana yang memadai.

“Ketika kita mau lakukan patroli mereka sudah lari duluan. Tapi kita masih lakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa siapa pelakunya,”ungkap Sainal.

Menurut pantauan media ini dalam razia gabungan tersebut tim menggunakan Speedboat karet milik Polair dan  beberapa perahu ketinting (ces) milik warga.
Tim dibagi dan selanjutnya secara berpencar  langsung menuju Danau Jempang sekitar pukul 09.00 pagi.

Dalam giat tersebut sebagian jaring kelambu langsung dipotong menggunakan parang oleh tim. 

Terlihat beberapa jaring kelambu yang dipotong ditemukan ratusan ekor ikan terjebak didalamnya.
Selain ikan besar, juga terdapat ikan-ikan kecil.

Alat-alat tangkap yang dirusak petugas dari danau jempang langsung dibawa ke darat untuk dimusnahkan.

Namun demikian Patroli gabungan yang dipimpin Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Provinsi Kaltim Eko Kurniawan tidak menjumpai seorangpun pelaku di tempat.

Petugas juga memasang spanduk imbauan untuk tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang.

Sementara itu warga menilai Patroli yang dilakukan hanya sekali serta belum ada satupun pelaku yang diamankan dianggap tidak efektif.
Mereka berharap patroli gabungan itu dilakukan secara rutin, terlebih masih banyak jaring kelambu maupun sawaran yang dibiarkan petugas ditengah Danau saat razia tersebut.

“Kalau hanya patroli sekali begini nanti pas pulang mereka pasang lagi. Makanya kami minta supaya seminggu sekali atau setengah bulan sekali dilakukan patroli terus,”harap seorang nelayan.

Patroli gabungan yang dipimpin Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Provinsi Kaltim Eko Kurniawan, Tim dari DKP Provinsi, Camat Jempang Jumra, Kapolsek Jempang Iptu Sainal Arifin SH, Danramil Jempang Kapten ARH Wendra, Kasi pembinaan kelembagaan perikanan DKP Kubar Berkat David Sinaga, Petinggi Pulau Lanting Irawan, Kepala Adat Pulau Lanting Kasran, petinggi Tanjung Jone Imansyah bersama anggota linmas kecamatan Jempang. (IBI-Paul)

Komentar

News Feed