oleh

Penyaluran Bantuan Tunai PKLW oleh Polda NTB Tembus 143.4 Persen


 
Investigasi bhayangkara Indonesia com Mataram (NTB) – Polresta Mataram berhasil menyalurkan bantuan tunai bagi pedagang kaki lima dan warung (PKLW), hingga melampaui target 100 persen atau menembus angka 143,4 persen. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto melalui siaran pers, Selasa (19/10/2021).

Menurut Kombes Artanto, keberhasilan Polresta Mataram itu karena kemampuan dalam memanajemen dan menggerakkan seluruh personel yang ada.

“Ini patut diapresiasi. Polresta Mataram sudah menyalurkan bantuan tunai bagi PKL dan pedagang warung dengan capaian yg spektakuler,” kata Kombes Artanto.

Menurutnya sesuai data aplikasi BTPKLW Presisi terkait progres program penyaluran Bantuan Tunai PKL, hingga minggu keempat pada hari Minggu (17/10/2021) pukul 21:00 WIB, dari target 500.000 paket seluruh Indonesia telah tersalurkan sebanyak 258.290 atau 51,7 persen.

Dimana Polda NTB menempati urutan pertama dengan 143,4 persen (termasuk penambahan quota), disusul Polda Sumatera Utara 100 persen, Polda Riau di urutan ketiga dengan 96,38 persen.

“71 Polres se-Indonesia telah diatas 50 persen. Alhamdulillah, Polresta Mataram yang tertinggi yakni 143,4 persen,” kata Kombes Artanto.

Apresiasi serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, pada hari Kamis (14/10/2021), saat menyaksikan langsung penyaluran BTPKLW oleh jajaran TNI dan Polri di Kota Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyatakan bahwa penyaluran BTPKLW di Kota Mataram sebagai penyaluran terbaik se-Indonesia.
 
“Kota Mataram menjadi daerah dengan sistem penyaluran BTPKLW terbaik, karena serapan cepat dan tepat sasaran. Jadi, kami ingin melihat langsung proses pencairannya,” kata Airlangga.
 
Ia menyampaikan, pemberian BTPKLW dimaksudkan untuk membantu PKL dan pedagang warung, akibat terdampak langsung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Mataram. dimana saat PPKM Level 4 warung dan PKL tidak diizinkan berjualan sementara.

“Jadi bantuan ini sebagai kompensasi, dengan harapan semoga bisa membantu mendukung modal bagi PKL dan pemilik warung,” ujarnya, usai berkeliling dan berdialong dengan PKL.

News Feed