oleh

Penyidik tidak menahan pelaku UNLAWFUL KILLING atau Extra judicial killing karena alasan subjektif dan objektif.

http://Investigasi Bhayangkara Indonesia .com
JAKARTA – Polri menetapkan tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka perkara unlawful killing atau Extra judicial killing dalam kasus penembakan laskar FPI. Namun tersangka belum ditahan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan keputusan penahanan merupakan kewenangan penyidik. Tentunya dengan alasan subjektif dan objektif kata Rusdi saat ditanya wartawan selasa 6 april 2021.

“Enggak (belum ditahan). Ini kan masih kita lihat, apakah tersangka ditahan, nanti akan dilanjutkan oleh penyidik dengan mempertimbangkan. Penyidik punya pertimbangan subjektif dan objektif,” kata Brigjen Rusdi.

Inisial untuk dua tersangka perkara ini pun belum dibuka. Sejauh ini, hanya satu tersangka yakni EPZ yang identitasnya disebutkan usai meninggal dunia karena kecelakaan tunggal.

“Nanti akan kita disampaikan (inisial dua tersangka),” kata Rusdi yang selalu ramah dengan wartawan.

Tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 KUHP.

Sebelumnya 3 anggota Polda Metro Jaya menjadi terlapor dalam kasus unlawful killing atau Extra judicial killing penembakan laskar FPI. Penetapan ini berdasarkan Laporan Polisi (LP) model A usai mendapat rekomendasi dari Komnas HAM. Laporan ini merupakan rangkaian kedua dalam kasus bentrokan antara anggota polisi dengan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

Polisi saat itu terpaksa menembak empat anggota laskar FPI. Tapi penembakan itu dianggap sebagai unlawful killing atau Extra judicial killing atau pembunuhan diluar hukum karena polisi tidak melakukan upaya lain untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menaikkan status tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan unlawful killing di peristiwa Km 50 yang menewaskan empat laskar FPI. Namun, satu orang meninggal dunia sehingga tersisa dua orang sebagai tersangka.

“Terkait peristiwa Km 50, di sana ditetapkan tiga anggota Polri sebagai terlapor dan pada hari Kamis kemarin, penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa Km 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tersebut dinaikkan menjadi tersangka adalah tiga orang. pungkas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri.

YANTO HALIM (Reporter Jakarta)

Komentar

News Feed