Peresmian Umah Keadilan Restorative Justice Adhyaksa Di Desa Wisata Penglipuran Bangli

BALI, Berita Hari Ini411 Dilihat

Investigasibhayangkara.com,

Penglipuran – Kubu – Bangli : Rabu,20 April 2022 sekitar lebih kurang pukul 14.00 Wita dilaksanakan peresmian (launching)” Umah Keadilan Restorative Justice Adhyaksa” di desa wisata penglipuran, Bangli. Dimana dalam acara ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi(Kejati) Bali, Bupati Bangli dan Wakilnya, Ketua DPRD Bangli, Kepala Kejaksaan Negri(Kejari) Bangli, Wakapolres Bangli, Dandim 1626/Bangli, Forkompinda serta Instansi terkait lainya termasuk tokoh masyarakat yang berkompeten.

Sebelum acara dimulai para undangan dipersilahkan untuk menyayikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang menambah semarak dan semanggat, selanjutnya berdoa bersama untuk memohon semoga acara ini terlaksana lancar dan aman hingga selesai.

Dalam kesempatan memberi sambutan Kepala Kejari Bangli, Yudhi Kurniawan, SH.MH., menyampaikan” ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Kejati Bali dan rombongan telah sudi datang untuk meresmikan Umah Keadilan Restorative Justice Adhyaksa di Desa Penglipuran ini, seperti diketahui Penglipuran merupakan salah satu desa di Kabupaten Bangli yang memiliki kekhasan tersendiri sehingga jadi destinasi (obyek) wisata baik dalam maupun luar negeri” ucap Yudhi Kurniawan.

“Dan kedepannya diharapkan dengan adanya Umah Keadilan Restorative Justice Adhyaksa di Desa penglipuran ini nantinya bisa dikembangkan di 68 desa yang ada di Kabupaten Bangli, dimana akan kami lakukan kordinasi dengan Dinas Forkomindag, Bupati, juga dengan DPRD” lanjutnya berharap.

“Dengan adanya Umah Keadilan Restorative Justice Adhyaksa di Desa Wisata Penglipuran ini dapat dikembangkan diberbagai hal kasus seperti; Perdata, Pidana, dan masalah waris yang sanggat rentan sehingga masyarakat Bangli umumnya dan Penglipuran khususnya tidak terbebani dalam penyelesaian kasusnya”, pungkasnya dalam sambutan

Dalam kesempatan lain Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta,SE dalam sambutanya mengatakan” desa penglipuran adalah desa yang terunik dan terbesih yang terkenal sampai ke mancanegara, melalui tangan – tangan masyarakat yang kreatif dan tetap berpijak pada adat istiadat yang kuat sehingga desa penglipuran memiliki corak dan khas yang berbeda dengan desa lain”, ucap Bupati Sedana Arta.

“Di tahun 1992 desa penglipuran ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kab. Bangli dan melalui SK Bupati No.115 Th 1993 desa penglipuran diputuskan menjadi desa Adat tradisional wisata dimana dengan kekhasan desa ini mampu menambah pendapatan bagi masyarakat sendiri bahkan Pemerintah Kabupaten Bangli umumnya. Tanggal 15 Desember 2012 Pemerintah Pusat melalui Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif dideklarasikan sebagai desa kreatif setelah melalui penataan fisik dan sumber daya manusianya”lanjutnya dalam ulasan

“Dengan diresmikanya umah Keadilan Restorative Justice Adhyaksa, tentu menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam persoalan-persoalan hukum yang dihadapi. Dan Restorative Justice Adhyaksa ini Secara Efektif Dimanfaatkan Oleh Aparat Penegak Hukum Khusunya para Jaksa, Bukan Hanya Untuk Menyelesaikan Persoalan Hukum Yang Sudah Terjadi, Namun juga Berfungsi Sebagai Media Edukasi Hukum kepada Masyarakat”imbuh Bupati dalam sambutan

“Diharapkan Masyarakat Diminta Untuk Lebih Menumbuhkan Kesadaran Bahwa Rasa Damai, Aman dan Hubungan Antara Sesama Dapat Diwujudkan dalam Masyarakat, Sebisa Mungkin lakukan Pencegahan Terhadap Hal Yang Berbenturan Dengan Hukum”, tutup Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutan

Ditempat Terpisah Saat dikonfirmasi Media Ade Tajudin Sutiawarman,SH.MH Selaku Kepala Kejati Bali berucap”Prinsip Umah Keadilan Restorative Justice Adhysksa ini Adalah Mengembalikan Segala Permasalahan Menjadi Normal Kekeadaan Semula. Menginggat Penyelesaian Perkara Di Pengadilan Memakan Biaya dan Waktu Yang Panjang, Dan Belum Tentu Hasilnya Sesusi Harapan. Dengan Format Keadilan Restorative Justice Ini Masyarakat Bisa Merasakan Keadilan Sesungguhnya”ucap Kepala Kejati Bali.

“Kami Sanggat Terapresiasi Terhadap Semua Pihak Karena Telah Menyambut Baik Kerja Nyata yang Ditunjukan oleh Kejati Bali. Dan Kami memilih Desa Penglipuran Karena Desa Ini Memiliki Karakter Khas Adat Istiadat yang kental, dimana Desa Penglipuran jadi Desa Wisata Dunia, tentunya menjadi Bertemunya Orang-orang dengan karakter Berbeda”imbuhnya depan awak media.

Kedepanya Kami Akan Implementasikan Ke Desa Lainnya Untuk Bisa Dirasakan Oleh semua Masyarakat. Dan Kami Mengucapkan Terima Kasih Kepada Pemkab.Bangli Atas Dukungan Yang Telah Dberikan Selama Proses Pembentukan Umah Keadilan Restorative Justice Adhyaksa Hingga Sampai Peresmiannya”, pungkas Kepala Kejati Bali.

Acara Peresmian Umah Umah Keadilan Restorative Justice Adhayksa Yang Bertempat Di Balai Banjar Desa Penglipuran Berjalan Aman dan Lancar. Yang ditandai Pemukulan Gong oleh Kepala Kejati Bali Dilanjutkan Penanda Tanganan Prasasti Oleh Kepala Kejati Bali dan Bupati Bangli Yang Disaksikan Seluruh Rombongan Yang Hadir

(I Gd S IBI)