Petinggi Dahlia Hartati Sering Mangkir Kantor, Ini Kata Camat : Kalau Tidak Siap Melayani Masyarakat, Jangan Jadi Petinggi

KAL-TIM374 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com, KUTAI BARAT (Kaltim) |  “Saya menelepon Ibu petinggi ini memang tidak bisa masuk, jadi saya susah untuk melakukan komunikasi dengan beliau ini.”

Hal itu diucapkan oleh Rusmansyah, camat Mook Manaar Bulant kabupaten Kutai Barat, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler kepada awak media terkait sering mangkirnya Dahlia Hartati kepala kampung Marimun. Selasa 19/10/21 pagi.

“Jadi itu juga kesulitan dan bukan hanya kita tapi dari aparat penegak hukum sekalipun ya kesulitan juga. Siapapun itu sulit kecuali dia yang menghubungi kita baru bisa.” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya oleh IBI terkait sering mangkirnya Dahlia dari kantor.
Bukan hanya tidak jelas keberadaannya karena sering berpindah tempat tinggal, Petinggi yang menjabat sejak 2017 itu juga dikeluhkan sebab sejak ia memimpin sedikit ada pembangunan di kampung.

BACA JUGA :  Minim Pembangunan di Kampung dan Jarang Ditempat, Petinggi Linggang Marimun Dikeluhkan Warganya
https://investigasibhayangkara.com/minim-pembangunan-di-kampung-dan-jarang-ditempat-petinggi-linggang-marimun-dikeluhkan-warganya/ 

Padahal selain melimpahnya Alokasi Dana Kampung (ADK) dan Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh pemerintah,  kampung ini terletak di ring satu perusahaan tambang BSEM dan kayu Bekayan Jaya Abadi (BJA).

Bisa dibayangkan, seharusnya kampung ini menjadi kampung yang maju karena support dari pemerintah dan kucuran program Corporate Social Responsibilty (CSR) dari perusahaan.

Wargapun mengaku tidak banyak tahu soal pengelolaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Kampung (ADK) karena warga tidak pernah dilibatkan.

“Yang jalan semenisasi ini tahun kemarin, cuma kami nda tahu ini berapa dananya. 
Ini lebarnya aja ngga sampai 4 meter ini.
Terus yang 2019 di depan SD situ tapi udah rusak itu. Mana ada kami dipanggil rapat.” lanjut warga tersebut.

Sedangkan terkait sering mangkirnya petinggi Dahlia, Camat Mook Manaar Bulatn mengaku, sebenarnya sudah lama melakukan pembinaan namun selalu diabaikan dengan banyak alasan.

 “Ya itu sudah kita lakukan pembinaan dari dulu, bukan baru sekarang. Kita selalu menghimbau dalam rapat koordinasi dengan para petinggi. 
Memang para petinggi ini kadang-kadang banyak alasannya.”

Karena sekarang petinggi ini kan mereka ini sudah tidak banyak keterkaitan dengan pihak Kecamatan terutama urusan urusan keuangan mereka ini kan sentralnya sudah ada pada mereka semua, sehingga mereka ini menganggap bahwa ketika kita memanggil itu ada sebagian petinggi tidak respek tidak respon dengan baik. ” sambungnya mengeluh.

Padahal menurutnya apabila seorang petinggi tidak siap melayani masyarakat agar tidak usah menjadi petinggi.

“Itu yang saya sebenarnya agak mau marah itu. Jangan mau jadi petinggi kalau tidak siap,kan begitu. Makanya jangan memaksakan diri jadi petinggi kalau motivasinya tidak melayani itu nah.” sambungnya tegas.

Sementara dengan sering mangkirnya petinggi Dahlia dari kantor, ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya berpesan kepada pengurus kampung agar pelayanan tidak terhenti.

“Terkait masalah ibu petinggi itu yang memang jarang di kampung saya kurang tahu apa alasan pribadi dia.
Saya sudah buat imbauan kepada seluruh pengurus kampung di saat kita rapat koordinasi agar jangan sampai pelayanan itu macet.”

Kalau memang petinggi itu berhalangan saya katakan ya tolong ada didelegasikan kepada staf siapa yang bisa menghandel jika petinggi tidak hadir sewaktu-waktu.” harap Camat Mook Manaar Bulant pasrah.
(IBI-Paul)