Pidanakan Pendanaan Teroris

MPR RI141 Dilihat

Investigasi bhayangkara Indonesia Terdapat kelompok teroris yang tersebar dalam kehidupan masyarakat, seperti pada 9 November 2021 lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris anggota kelompok Jamaah Islamiyah di Jawa Timur.

Densus 88 Antiteror Polri untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kelompok teroris, dengan terus meningkatkan kinerja untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga yang tertangkap tersebut, agar diketahui latar belakang dan tujuan, serta kerja sama kelompoknya, hal ini disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Ketika di temui di ruang kerjanya Bamsoet 10/11/21 Meminta Polri mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan bergerak menjadi agen-agen perubahan di tingkat kelurahan maupun desa, sebagai langkah awal pencegahan dalam penanganan aksi terorisme.

Bamsoet Meminta pemerintah menyusun strategi baru dalam mengatasi deradikalisasi, dikarenakan deradikalisasi tidak mudah untuk dilakukan sebab banyak yang sudah deradikalisasi, tapi kembali lagi melakukan aksi terorisme. Oleh karena itu, selain menyusun strategi baru dalam mencegah deradikalisasi, Polri juga dituntut untuk terus menanamkan moral idiologi yang bersumber pada Pancasila serta memantau ketat para narapidana teroris yang telah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan/lapas.

Polri konsekuen dalam mengimplementasikan penegakan hukum yang dilakukan untuk penanganan terorisme, yaitu sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang/UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan UU No. 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Teroris,tegas Bamsoet