oleh

Plori : TS Mengaku Sakit, Tersangka Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Tak Penuhi Panggilan

Investigasi Bhayangkara.com – Proses pemeriksaan lanjutan berkaitan  dugaan suap terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Joko Soegiarto, Tommy Sumardi (TS) tidak memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin (24/8/2020) ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono melalui keterangan tertulis Senin(24/802020 mengatakan.
TS sedianya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. “Tadi pukul 10.00 WIB yang hadir adalah pengacaranya dan yang bersangkutan menyampaikan bahwasanya saudara TS tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik Tipikor Bareskrim Polri karena sakit,” ujarnya.

Selanjutnya, Awi menegaskan TS berjanji akan menyambangi Bareskrim pada Selasa (25/8/2020) besok untuk diperiksa oleh penyidik. Polisi pun menunggu bagaimana kelanjutannya pada esok hari. Sementara itu, pada Senin ini, penyidik juga memeriksa Djoko Tjandra sebagai tersangka di kasus yang sama. “Pada hari ini pukul 09.30 WIB, tersangka JST sedang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka,” tegasnya.

Secara keseluruhan, penyidik telah memeriksa 16 orang saksi serta seorang ahli hukum pidana pada kasus ini. Dalam kasus ini, Djoko Tjandra dan Tommy diduga berperan sebagai pemberi suap. Tersangka yang diduga memberi suap dikenakan Pasal 5 Ayat 1, Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, penyidik juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo. Keduanya diduga menerima suap dan disangkakan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11, dan Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

Sesuai data  Prasetijo dan Djoko Tjandra juga berstatus sebagai sebagai tersangka terkait kasus surat jalan palsu yang ditangani Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.(Vecky Ngelo)

Komentar

News Feed