oleh

Polda Metro Jaya Putar Balikkan 18.704 Kendaraan

Investigasibhayangkara.com, Jakarta –   Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 18.704 pelanggar aturan larangan mudik diminta putar balik kendaraannya, di pos pengamanan terpadu jalan tol atau jalan arteri, selama 21 hari Operasi Ketupat Jaya, pada 24 April hingga 14 Mei 2020.

“Selama 21 hari, jumlah kendaraan yang diminta putar balik di jalan tol dan jalan arteri sebanyak 18.704,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (15/5/2020).

kendaraan yang diperintahkan putar balik di Pos Pengamanan Terpadu Jalan Tol Cikarang Barat berjumlah 6.474. Sedangkan, 4.149 kendaraan pelanggar diminta putar balik di Tol Cikupa, Tangerang. “Kalau kendaraan yang diminta putar balik di 16 pos pengamanan terpadu jalan arteri ada 8.081 kendaraan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Selain itu, Polda Metro Jaya menyiapkan 18 pos pengamanan terpadu untuk melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan angkutan pribadi dan umum dalam Operasi Ketupat Jaya 2020, di jalan tol dan jalur perbatasan wilayah, Jumat (24/4/2020) lalu.

18 pos pengamanan terpadu itu terbagi dalam dua kelompok. Pertama, dua pos pam terpadu berada di Pintu Tol Cikarang, Kabupaten Bekasi dan Cikupa, Tangerang. Kemudian, 16 pos pam Terpadu lainnya berada di jalan arteri seperti, Kota Tangerang ada lima titik di Lippo Karawaci, Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, dan Jatiuwung.

Kemudian di Tangerang Selatan ada dua check point yaitu, di Puspitek dan Curug. Depok juga ada dua titik, di Jalan Raya Bogor-Cibinong dan Citayam. Kota Bekasi ada tiga titik, Sumber Arta, Bantargebang dan Cakung. Sedangkan, Bekasi Kabupaten ada empat titik, Cibarusah (perbatasan dengan Bogor dan Cianjur), Kedung Waringin (berbatasan dengan Kawarang), Bojongmangu, dan Pebayuran.

Batasan penyekatan dan pemeriksaan terkait larangan mudik ini hanya berlaku bagi kendaraan angkutan penumpang baik pribadi maupun umum, termasuk sepeda motor. Sedangkan, truk angkutan barang dan logistik, terutama untuk sembako kebutuhan sehari-hari diperbolehkan melintas. (*)

Komentar

News Feed