oleh

POLDA PAPUA SIAP AMAKAN PELAKSANAAN PILKADA DI 11 KABUPATEN PROVINSI PAPUA

Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Jayapura – Pada hari Kamis tanggal 3 September 2020, Kepolisan Daerah Papua siap amankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di 11 Kabupaten Provinsi Papua.

Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Gatot Haribowo, S.Ik, M.AP dalam kesempatannya mengatakan bahwa anggota di Kewilayahan Polres sejauh ini masih bisa bisa terkendali dengan baik, walaupun saat ini sudah mulai pengarahan massa dalam artian untuk pendaftaran yang mulai besok dilaksanakan.

Contohnya hari ini kita telah mengirimkan 1 SSK personil ke Kabupaten Keerom untuk mengantisipasi pendaftaran besok dan selanjutnya di beberapa Kabupaten lain yang sudah mulai ada riak-riak tapi, sejauh ini anggota Polri yang di Backup TNI di kewilayahan masih bisa mengatasi dengan baik.

Kita berharap dengan kekuatan yang ada sejauh ini, telah direncanakan dari jauh-jauh hari, sejauh ini kekuatan personil masih mencukupi untuk melaksanakan pengamanan di wilayah masing-masing.

Tentunya dinamika situasi dilapangan selalu berbeda-beda, kita tidak akan berpikir ini ulah atau ada kaitanya dengan pelaksanaan pilkada atau tidak, tapi kita hanya melaksanakan tugas pokok Polri yaitu menciptakan situasi kamtibmas di kewilayahan itu benar-benar terjaga dengan baik, termasuk dalam rangka pemilukada tahun ini.

Dibeberapa wilayah yang sudah kita ikuti bersama bahwa kemarin sempat terjadi sesuatu peristiwa yang menyita perhatian masyarakat Papua pada umumnya dan mungkin orang diluar Papua juga monitor kejadian pembunuhan beberapa warga yang ada di Kabupaten Yahukimo.

Saat ini bapak Kapolda Papua sudah atensi dengan mengirimkan beberapa pejabat Utama untuk mengungkapkan kasus tersebut di Wilayah Kabupaten Yahukimo. Tapi dibeberapa wilayah lain kami tetap antisipasi peristiwa serupa, namun sejauh ini fokus kita masih di Kabupaten Yahukimo.

Total personil yang dibutuhkan untuk pengamanan jumlahnya kurang lebih sekitar lima ribuan, ini sudah gabungan dengan rekan-rekan TNI, ini belum di tambah dengan Linmas jadi totalnya bisa mencapai sebelas ribuan lebih.

Untuk tingkat kerawanan pada periode saat ini yang pertama yaitu adalah Kabupaten Yahukimo, ini semua tidak terlepas dari peristiwa yang terjadi di daerah tersebut. Untuk peringkat kedua Kabupaten Mamberamo Raya, yang ketiga Kabupaten Pegunungan Bintang, Keempat Kabupaten Nabire dan Kelima di Kabupaten Keerom.

Di beberapa daerah masih berpotensi dengan gangguan KKB, itu menjadi suatu ancaman tersendiri, tetapi dibeberapa daerah yang mungkin kelompok-kelompok ini yang tidak terlalu eksis itu juga perlu diantisipasi.

Untuk NPHD nya belum semuanya sampai dengan 100%, yang memprihatikan apabila NPHD itu yang bisa diberikan dibawa 50%, dari mabes Polri menyampaikan bahwa beberapa daerah untuk Polres-Polres tertentu yang NPHDnya itu dibawa 50% untuk segera mendorong pemerintah daerah memberikan paling tidak diatas 50%.

Ada beberapa Polres yang NPHDnya dibawa 50% yaitu Polres Yahukimo, Polres Pegunungan Bintang dan Polres Boven Digoel. Bahkan untuk Boven Digoel sendiri masih belum beres sepenuhnya untuk pelaksanaan NPHD kepada pihak keamanan melalui Polres ini masih dalam proses.

Untuk NPHD yang sudah 100% adalah Kabupaten Waropen dan Kabupaten Mamberamo Raya. Dan diluar 3 Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang dan Boven Digoel, yang lain sudah diatas 50% namun tidak sampai 100%.

Untuk penyelesaiannya paling tidak pada bulan September ini diharapkan semua NPHDnya sudah harus diselesaikan.ayapura, 3 September 2020

 

Komentar

News Feed