oleh

Polisi Gagalkan peredaran ganja dan sabu ratusan Kilogram*

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Melalui Konferensi Pers nya ,senin (3/8) KAPOLDA METRO JAYA Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolres Jakarta Selatan menjelaskan “Kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan kilogram sabu dan ganja . Barang haram itu merupakan jaringan lintas Jawa-Sumatra”.

Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan131 kg sabu dan 160 kilogram narkotika jenis ganja di kawasan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat. Ganja yang dikirim lewat Aceh ke Bogor Tengah itu dikemas menggunakan sampul buku LKS untuk mengelabui polisi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono, S.I.K., M.Si. menjelaskan berdasarkan hasil pengembangan pengungkapan kasus peredaran ganja dengan berat 300 kilogram lebih, akhir tahun 2019 lalu.

Awalnya, penyidik memperoleh informasi akan ada pengiriman ganja dari Aceh menggunakan jasa ekspedisi, ke daerah Babakan Pasar, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat, 14 Juli 2020 lalu.

“Kasat Narkoba dan anggota bergerak melakukan penyelidikan dan pengejaran ke lokasi itu.

Di lokasi kami mendapatkan 70 bungkus ganja dengan berat 70 kilogram dengan dibungkus pakai buku LKS. Jadi hampir seolah-olah ini masyarakat menganggap buku pelajaran. Jadi modusnya seperti itu membungkus ganja dengan lakban coklat, dilapisi buku dan mengirim ganja melalui kargo,” ungkapnya

Tiga hari kemudian , penyidik melalui pengembangan kembali mendapatkan informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja melalui jasa ekspedisi, ke Babakan Pasar, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 20.00 WIB.

“Di lokasi TKP anggota mengamankan lima kardus , dengan barang bukti narkotika jenis yang sama (ganja) sebanyak 90 bungkus dengan berat 90 kilogram.

Di akhir konfrensi persnya Kapolda Metro Jaya berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar berhati-hati terutama kepada keluarga yang masih memiliki anak ,harus waspada terhadap lingkungannya, karena peredaran Narkoba saat ini masih cukup tergolong tinggi dengan beragam modus.

Reporter : Wahyu Widodo

Komentar

News Feed