oleh

Polisi Selidiki Alat Rapid Test Covid-19 yang Dijual Online

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Jakarta – Polisi akan menyelidiki alat pendeteksi cepat atau rapid test Covid-19 yang dijual secara daring atau online.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang ketika dihubungi Selasa (24/3)2020 mengatakan Polisi akan menyelidiki alat pendeteksi cepat atau rapid test Covid-19 yang dijual secara daring atau online. “Kalau ada penjualan maka akan kita selidiki dari mana alat itu,” ujarnya.

Selanjutnya, Daniel menegaskan pemerintah telah mendatangkan alat rapid test tersebut dari China. Sementara itu, menurut dia, masyarakat tidak dapat mengimpor alat tersebut sendiri. “Memang kemarin pemerintah menjemput dari China, tetapi untuk perorangan impor kan enggak bisa,” tegasnya..

Hal tersebut senada dengan pernyataan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa pemerintah tidak memberi izin edar untuk alat rapid test Covid-19 di Tanah Air. Kendati demikian, ia belum menegaskan lebih lanjut mengenai sanksi bagi para penjual maupun pembeli alat tersebut. “Penjualnya kita cek,” ujarnya.

Selanjutnya, Achmad Yurianto menegaskan, alat pendeteksi virus corona (Covid-19) secara cepat (rapid test) yang dijual secara daring atau online merupakan barang ilegal.” Sebab, alat rapid test belum memiliki izin registrasi untuk diedarkan di Indonesia, Jadi kalau kalau ada yang jualan, itu barang gelap,” tegasnya.

Untuk itu, Yuri menandaskan, orang yang membeli alat tersebut juga bisa dikenakan sanksi karena telah membeli barang ilegal. Alat rapid test sudah dimonopoli oleh pemerintah untuk menangani wabah Covid-19. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan Covid-19 secara gratis. “Sekarang dimonopoli pemerintah supaya tidak ada jual beli. Dan rakyat bisa dilayani gratis,” tandasnya. (Vecky Ngelo)

Komentar

News Feed