Polisi Tetapkan Fatimah Sebagai Tersangka Kecelakaan Mobil AKP Novandi Di Jakpus

KAL-UT219 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Bulungan (KALTARA) | Beredarnya pemberitaan mengenai anak sulung Gubernur Kaltara, yakni AKP Novandi Arya Kharisma, yang mengalami kecelakaan saat sedang menyetir, diklarifikasi langsung keluarga Zainal Arifin Paliwang.

AKP Novandi Arya Kharisma, meninggal akibat kecelakaan di Jalan Raya Pasar Senen atau tepatnya di seberang Terminal Bus Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (7/2) pukul 00.30 dini hari. Informasinya, almarhum menaiki mobil jenis sedan merek Toyota Camry bernomor polisi B 1102 NDY. Kondisi saat kecelakaan, mobil terbakar.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang melalui kerabatnya Irawan, membantah jika mobil tersebut dikendarai AKP Novandi, selain itu mobil tersebut juga bukan mobil miliknya. Almarhum yang akrab disapa Arya itu, juga merupakan putra sulung gubernur yang dikenal baik. Serta ramah terhadap orang.

“Jadi itu bukan mobil miliknya. Mobil itu milik orang lain,” ungkapnya, Rabu (9/2).

Terkait siapa yang menyetir, setelah diidentifikasi dan informasi yang diterima keluarga, Arya tidak dalam keadaan menyetir, Arya duduk sebagai penumpang. Arya menumpang dimobil Camry untuk minta diantar pulang kerumah. Bahkan menurutnya, Arya adalah korban kecelakaan yang seharusnya tidak mendapatkan bully-an. Khususnya yang beredar di media nasional. Di mana banyak berita yang justru menyudutkan nama baik keluarga Zainal Arifin Paliwang.

Dikutif dari Kompas, Dari hasil investigasi kejadian perkara Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan bahwa Fatimah yang juga menjadi korban tewas dalam kecelakaan itu diketahui sebagai pengemudi mobil Camry yang ditumpangi AKP Novandi Arya Kharizma. Hal itu terungkap setelah penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Karena penyidik menyimpulkan bahwa saudara F sebagai pengemudi, dengan demikian maka saudari F dijadikan sebagai tersangka dalam kasus laka lantas tersebut,” ujar Sambodo kepada wartawan, Rabu (9/2/2022). Menurut Sambodo, Fatimah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga lalai saat mengemudi hingga menyebabkan kecelakaan tunggal dan mengakibatkan seseorang meninggal dunia. “Karena ini laka lantas tunggal, kemudian pengemudinya adalah saudari F, menyebabkan korban saudara NAK meninggal. Maka si pengemudi saudari F ini dijadikan tersangka. Itu kesimpulannya,” ungkap Sambodo.

‘’KASUS DITUTUP’’

Polda Metro Jaya menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus kecelakaan mobil hingga terbakar yang menewaskan AKP Novandi Arya Kharizma dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Fatimah di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, penghentian penyidikan dilakukan karena tersangka dalam kecelakaan tunggal tersebut, yakni Fatimah, meninggal dunia. “Karena tersangka saudari F ini meninggal dunia,” ujar Sambodo, Rabu (9/2/2022). Menurut Sambodo, langkah tersebut diambil sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Kita semua tahu, kalau keluarga sedang berduka. Ini perlu dipahami, jangan sampai membuat pemberitaan yang menyakiti keluarga almarhum. Keluarga tengah berduka, oleh karenanya, diharapkan pengertiannya,” jelasnya menegaskan.

Almarhum yang menjabat sebagai Kasat Polairud Polres Berau itu, memang tengah berada di Jakarta dan tengah melaksanakan pendidikan.

“Saya mewakili keluarga, meminta doanya. Dan berharap tidak ada lagi pemberitaan yang menyakiti hati keluarga dari bapak Zainal Arifin Paliwang,” harap dia.

IBI-Fery/*