oleh

Polres Kutim Bergerak Cepat dalam Menyikapi Peredaran Narkoba Di Wilayah Hukum Kutai Timur.

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com
Sangatta – Kapolres Kutai Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Welly Djatmoko SH SIK MSi langsung gas pol dalam giat aksi bersih-bersih demi memutus mata rantai sindikat jaringan peredaran narkotika beserta penyalahgunanya diwilayah hukum Kutai Timur.

‘AKBP. Welly Djatmoko ‘ Mengintruksikan kepada Kasat Resnarkoba Polres Kutim Iptu MP Rachmawan” untuk terus meningkatkan kewaspadaanya baik melalui jalur lintas di setiap 18 kecamatan yang tersebar pada wilayah Kabupaten Kutai Timur terutama untuk membekuk baik pelaku jaringan gembong bandar narkotika internasional, antar daerah, dari kurir hingga kepada para pemadat (penyalahguna) narkotika yang memasuki Wilayah hukum kutai timur.

Bebarapa waktu lalu keberhasilan pihak Polsek Muara Bengkal yang telah berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Hal ini dipertegas melalui Kasat Resnarkoba Polres Kutim Iptu Rachmawan dibawah koordinasi Kapolsek Muara Bengkal AKP Febriadi S Muaybuay, S.I.K bersama tim buru sergapnya di mapolsek.

Dimana telah diketahui melalui laporan masyarakat tepatnya di Desa Benua Baru Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur telah didapati gerak-gerik yang mencurigakan dan terindikasi sering kali melakukan transaksi bisnis narkotika.

Dan berdasarkan pada laporan masyarakat inilah , kemudian pihaknya melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Saat akan menangkap pengedar narkotika “sabu-sabu” di jalan Pemilu Gang Manggis Desa Benua Baru Kecamatan Muara Bengkal. Pada minggu (21/2/21)

Pada kejadian ini rupanya Bersamaan dengan kedatangan tim buser Muara Bengkal nampak seorang pria yang gugup (grogi) ketika mengetahui dirinya akan ditangkap maka dengan reflek mencoba menghilangkan barang bukti paketan sabu yang tersimpan dalam tas warna hitam dengan melemparnya ke arah semak-semak, Dan Tersangka mau mengelabui tim dengan buang ke semak-semak,“ Ungkap Kasat Resnarkoba Iptu Rachmawan mewakili Kapolsek Muara Bengkal AKP Febriadi

“Iptu Rachmawan’, mengungkapkan saat tersangka yang diketahui berinisial HA (35) berupaya melempar barang bukti dagang haram sabu, pandangan petugas fokus dan tajam telah mengetahui dilemparnya barang bukti ke semak- semak. “Jangan bergerak, ayo apa isi tas hitamu itu? Yang dibuang sabukan? Jangan mencoba membohongi kami yah? Itu sabu-kan yang kamu buang…ayo cepat pungut (ambil) kembali sabu itu,” tutur Kasat Resnarkoba ketika menggambarkan prosesi penangkapan tersangka di tkp.

Tak bisa mengelak lagi, akhirnya HA menuruti perintah petugas kembali mengambil tas hitamnya yang telah diketahui petugas berisi sabu yang sempat dibuangnya tadi. “Kemudian jajaran unit sergap narkotika Polsek Muara Bengkal, setelah tas hitam diambil oleh tsk, dengan cepat polisi memastikan kembali apakah benar didalam tas itu sabu,” imbuh Iptu Rachmawan
Ya dari tangan tersangka didapat satu buah sendok takar, satu gunting warna oranye, sebuah Spidol warna putih, Uang sebesar Rp 700 Ribu, 1 unit HP XIAOMI warna Silver serta satu buah kotak kaca mata warna navy yang didalamnya berisi 26 poket Narkotika jenis sabu dengan berat 11, 17 gram.
“Setelah mendapati cukup bukti, Ha langsung digeladang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif lebih lanjut guna pengembangannya,” Ungkap Iptu Rachmawan kembali.
Iptu Rachmawan menegaskan tsk pengedar sabu HA dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sanksi hukuman 5 tahun, 20 tahun, seumur hidup ataupun eksekusi mati berdasarkan ringan-beratnya kepemilikan baarang bukti narkotika sabu yang diamankan. (ivan/IBI kutim)

Komentar

News Feed