oleh

POLRES PEG. BINTANG TANGANI KASUS PENEMUAN MAYAT AKIBAT GANTUNG DIRI DI KAMPUNG MABILABOL

InvestigasiBhayangkaraIndonesia.Jayapura – Pada hari Sabtu tanggal 13 Juni 2020 Pukul 07.00 WiT, bertempat di Kampung mabilabol Distrik Oksibil Kabupaten Peg. Bintang telah terjadi Kasus Gantung Diri yang menyebabkan Korban meninggal Dunia.

Kronologis Penemuan:
Pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 pukul 16.30 Wit, Saksi an. Maikel Uropmabin menjelaskan bahwa saat itu korban sedang mengambil kayu bakar di hutan namun korban tidak kembali ke rumah.

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 13 Juni 2020 pukul 07.00 Wit, saksi mencari Korban ke hutan akan tetapi saksi menemukan korban dalam kondisi gantung diri dan tidak bernyawa lagi. Kemudian Saksi dan pihak keluarga melaporkan ke piket penjagaan polres pegunungan bintang.

Pukul 08.30 wit, setelah menerima laporan tersebut anggota Polres Pegunungan Bintang di bawah pimpinan Kabag Ops Polres Peg. Bintang AKP L. Guruh P. Negara, S.IP., S.I.K Menuju ke TKP Kasus Gantung Diri.

Pukul 09.15 Wit, Anggota Polres Peg. Bintang tiba di TKP, selanjutnya dilakukan penanganan terhadap jenazah Korban sesuai Protokol kesehatan dan langsung di bawa ke RSUD Oksibil guna dilakukan tindakan medis terhadap jenazah korban.

Pukul 12.25 Wit, setelah dilakukan tindakan medis di RSUD Oksibil jenazah kemudian dibawa ke rumah duka Jl. Mabilabol Distrik Oksibil Kabupaten Peg. Bintang.

Identitas Korban:
– Nensi Bitdana, Perempuan, 21 tahun, warga Mabilabol Distrik oksibil.

Identitas Saksi:
– Maikel Uropmabin, Laki-laki, 22 tahun, warga Mabilabol Distrik Oksibil, (suami Korban).

Tindakan Kepolisian:
Menerima Laporan, mendatangi TKP, meminta keterangan saksi, melakukan olah TKP, melakukan koordinasi dengan RSUD Oksibil, mengevakuasi korban ke RSUD Oksibil, melakukan penyelidikan. Sementara kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Peg. Bintang.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H. menjelaskan Untuk sementara dugaan dari motif korban melakukan gantung diri dikarenakan merasa kecewa terhadap suami korban karena telah menikah dengan perempuan lain dan selama 2 (dua) tahun pernikahan dengan korban tidak meninggalkan harta keluarga.

Dari hasil olah TKP dan hasil VER korban, penyidik menyatakan bahwa kasus tersebut diatas adalah murni gantung diri tdk ada unsur lainnya.

Namun demikian dari pihak Kepolisian tetap melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya Oknum maupun kelompok yang dapat memanfaatkan momen tersebut guna membuat situasi Kamtibmas menjadi tidak kondusif.

Jayapura, 13 Juni 2020

Komentar

News Feed