oleh

Prajurit TNI Harus Jago Tembak, Kemampuannya Wajib Diasah

InvestigasiBhayangkaraIndonesia.Amlapura-Bali Kemampuan menembak senjata ringan entah itu jenis laras panjang atau pistol wajib dikuasai oleh Prajurit TNI sehingga profesionalisme dalam penguasaan alat peralatan seperti persenjataan menjadi hal yang sangat penting.

Demikian disampaikan oleh Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf Bima Santosa saat dikonfirmasi Kamis (11/06/2020) siang kemarin terkait pelaksanaan latihan menembak senjata ringan bagi seluruh personel satuannya yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Bedawang Nala Yon Zipur 18/YKR Gianyar.

“Betul, hari ini (Kamis, 11/06/2020, red) Kita Kodim 1623/Karangasem melaksankan latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) dengan memanfaatkan fasilitas lapangan tembak Yon Zipur 18/YKR”, sebut Dandim.

Menurutnya latihan menembak kali ini merupakan program kerja staf operasi di Tri Wulan II Tahun Anggaran 2020. Dirinya berharap latihan menembak ini akan semakin mengasah kemampuan yang dimiliki setiap prajurit, walaupun kita semua berdinas dan bertugas di satuan kewilayahan.

“Kemampuan menembak prajurit harus tetap terjaga, karena itu menjadi tuntutan profesionalisme TNI saat ini”, ungkap Letkol Bima Santosa.

Sementara itu pelaksanaan latihan di lapangan dipimpin oleh Komandan Latihan atau Danlat Kapten Inf Arif Budi Santoso yang juga Danramil 1623-01/Amlapura

“Latihan kali ini melibatkan personel sejumlah 154 orang anggota yang terdiri atas Perwira, Bintara dan Tamtama”, sebutnya.

Sebagai Danlat dirinya bertanggung jawab penuh dalam pengendalian pelaksanaan latihan dengan mengutamakan faktor keamanan.

Mekanisme latihan menembak ini dilaksanakan dimana setiap prajurit yang memegang senjata laras panjang maupun pistol dijatah masing-masing 13 butir peluru.

“Ya, masing-masing personel dijatah 13 peluru sesuai indeks dimana 3 peluru untuk tembakan koreksi dan 10 peluru untuk tembakan penilaian.

Dirinya juga menekankan terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19 dimana setiap personel harus melengkapi diri dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan juga dibagi gelombang per gelombang.

“Penggunaan masker sudah menjadi bekal wajib dalam setiap pelaksanaan kegiatan, sesuai apa yang menjadi penekanan dari komando atas”, sebutnya.

Pantauan di lapangan, selesai latihan dilaksanakan evaluasi dan seluruh rangkaian kegiatan latihan yang berlangsung sampai siang dapat berjalan aman dan lancar

Komentar

News Feed