Promosi Dan Diseminasi Kekayan Intelektual, Bali Memiliki Prospek Tinggi Sebagai Penghasil Kekayaan Intelektual

BALI252 Dilihat

Investigasibhayangkara.com,

BADUNG – Dalam upaya Perlindungan, Pengelolaan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual di Provinsi Bali, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali melaksanakan kegiatan Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal dengan tema Perlindungan Eksperesi Budaya Tradisional (EBT), pengetahuan Tradisional dan Indikasi Georafis di The Trans Hotel Kamis, 21 April 2022.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali, Jamaruli Manihuruk, Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrasi di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Bali, Ketua Sekolah Tinggi Agama Mpu Kuturan Singaraja, Dekan Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada Universitas Ngurah Rai Denpasar, Ketua Sentra KI pada Universitas Mahendradatta, serta peserta kegiatan yang berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan seluruh Kabupaten/Kota dan Sentra Layanan Kekayaan Intelektual.

Dalam Laporannya, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Bali Constantinus Kristomo menyampaikan bahwa “selain menjadi daya Tarik wisatawan, Provinsi Bali juga memiliki Warisan Seni Budaya dan Warisan Seni Kerajinan Tradisional yang telah mendunia. Perlu adanya kolaborasi untuk menginventarisasi seni budaya di Provinsi Bali agar menghindari klaim dari orang luar atau dunia luar mengingat banyaknya wisatawan yang datang ke Bali dan melihat langsung seni budaya yang ada” Ucap Constantinus Kristomo. “Menjawab tantangan tersebut, Kemenkumham mengembangkan beberapa layanan seperti Layanan Pendaftaran Kekayaan Intelektual secara online dan mendukung pelayanan kepada masyarakat dengan dilaksanakananya POPHC merupakan sistem yang diciptakan untuk mempercepat proses persetujuan hak cipta yang sebelumnya memakan waktu kurang lebih satu hari (one day service) menjadi dalam hitungan menit”jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali, Jamariuli Manihuruk dalam sambutannya mengatakan “Provinsi Bali memiliki Prospek yang tinggi sebagai penghasil Kekayaan Intelektual. Selain sebagai penghasil Kekayaan Intelektual personal, juga memiliki banyak potensi Kekayaan Intelektual Komunal Ucap Jamaruli. KI Komunal yang telah terdaftar dan tercatat saat ini pada Data Base Pusat Data Nasional KI komunal Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia adalah 29 Ekspresi Budaya Tradisional, 2 Pengetahuan Tradisional, dan 8 Indikasi Geografis”ucapnya awali sambutan

“Jika dilihat dari pencatatan dan pendaftaran yang telah dilakukan selama ini tentunya masih jauh jika dilihat dari jumlah KI Komunal yang ada sebenarnya. Menyikapi hal tersebut sangat dibutuhkan kerjasama antar institusi pemerintah maupun seluruh stakeholder lainnya baik masyarakat, perangkat desa maupun perguruan tinggi baik negeri dan swasta” lanjutkan penjelasan

“Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama terkait pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual dan Penandatangan Nota Kesepahaman Peningkatan Mutu Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum, antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali dengan beberapa Universitas yang ada pada wilayah Provinsi Bali diantaranya dengan Universitas Mpu Kuturan Singaraja, Universitas Ngurah Rai dan Universitas Mahendradatta sehingga total Unit Layanan Sentra KI di Provinsi Bali saat ini berjumlah 18 ( Delapan Belas ) yang tersebar di 9 ( Sembilan ) Kabupaten/ Kota” tandas Jamaruli Manihuruk

Pada Kesempatan tersebut juga dilaksanakan Penyerahan sebanyak 10 sertifikat pencatatan KI Komunal yang diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM.

Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual kali ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama menghadirkan Narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Laina Sumarlina), Majelis Kebudayaan Provinsi Bali (Prof. Doktor I Made Bandem) yang dimoderatori oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali (Prof Doktor I Komang Sudirga), sedangkan pada sesi kedua menghadirkan narasumber yang berasal dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Gunawan), Disperindag Kabupaten Karangasem (I Gede Loka Santika) yang dimoderatori oleh I Gede Loka Santika. (I Gd S IBI)