oleh

PT JANATA MARINA INDAH TIDAK MEMBAYAR RATUSAN PEKERJA NYA SELAMA SETAHUN

Investigasi bhayangkara Indonesia. Com.
Ratusan pekerja yang diwakili oleh pengurus Asosiasi wartawan profesional Indonesia DPD Jateng mendatangi PT JMI yang ke 4 kalinya untuk menanyakan kejelasan pembayaran hak2 para pekerja dari PT JMI namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan bahkan terkesan disepelekan oleh ir.moch syafari selaku direktur produksi PT JMI , selasa(30-3-2021).

Sudah dari tahun 2019 hingga 2021 ini hak2 dari para pekerja tidak dibayar penuh oleh pihak PT JMI dengan berbagai alasan dari perusahaan, padahal tahun 2017 mulai pembuatan Tol laut hingga 2019 pekerjaan selesai pemerintah sudah membayarkan penuh kepada PT JMI tapi kenapa pekerja yang sudah mengeluarkan dana hingga ada yang menjual rumah untuk modal menyelesaikan pekerjaan di PT JMI sampai sekarang hak2 nya belum dibayarkan.

Para pekerja yang disebut sub kontraktor oleh PT JMI saat ini membutuhkan dana untuk menyambung hidup selama musim pandemi namun penderitaan mereka tidak di hiraukan dan tidak diperhatikan oleh pihak PT Janata Marina Indah.

Berdasarkan hasil investigasi yang di lakukan oleh pihak AWPI DPD Jateng, hak masing masing sub kontraktor yang seharusnya dibayarkan setelah pekerjaan selesai mencapai 30juta hingga 65juta, kalau sub kontraktor atau pekerja di PT JMI mencapai 300 orang bisa di jumlahkan nilai yang belum dibayarkan ke seluruh sub kontraktor atau pekerja mencapai 5 milyar lebih hingga saat ini.

Kalau kondisi management PT JMI seperti ini di biarkan terus menerus sama saja perusahaan melakukan penipuan kepada pihak sub kontraktor/pekerja yang bekerja di PT Janata Marina Indah, jadi pihak AWPI DPD Jateng yang mewakili seluruh sub kontraktor /pekerja di PT Janata Marina Indah meminta pemerintah melalui dinas2 terkait untuk melakukan pemantauan, pengawasan dan penindakan secara tegas kepada perusahaan perusahaan yang melanggar undang2 tenaga kerja yang berlaku di negara Indonesia. (Hardi)

Komentar

News Feed