oleh

Rapat RDP KOMISI XI DPR RI

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Hadir dalam Rapat RDP Direktur Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan kredit Bank Mandiri tumbuh 9,1 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan itu didukung oleh hasil merger Bank Syariah Indonesia pada Februari 2021 lalu yang membuat kredit secara konsolidasi bertumbuh.
Bertempat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/6/2021).
Hadir juga Direktur Utama BRI Sunarso

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menegaskan industri perbankan memiliki peran penting dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi Covid-19. Peran itu terkait penyaluran kredit bagi pelaku usaha di tanah air, baik sisi penawaran maupun permintaan yang ditujukan untuk konsumen

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini menambahkan DPR terus memonitor realisasi PEN. Langkah ini diperlukan, karena pandemi Covid-19 telah mempengaruh aktifitas ekonomi baik global maupun nasional. “Hal itu juga diakibatkan adanya pembatasan yang dilakukan pemerintah. Sehingga kondisi tersebut sangat berpengaruh pada arus kas pelaku usaha,” ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut Dito, berbagai upaya telah dilakukan oleh otoritas fiskal dan moneter, termasuk OJK dengan memberikan stimulus pada pelaku usaha, dalam rangka PEN, karena terdampak pandemi Covid-19. Pemerintah melalui berbagai kebijakan berupaya telah melalui menstimulasi, baik sisi permintaan maupun penawaran

Dito mengakhiri Adapun indikator keuangan Bank Mandiri lainnya yang dipaparkan seperti aset yang tumbuh menjadi Rp 1.584,1 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp1.181,3 triliun. Selajutnya, Laba Setelah Pajak 5,918 per Maret 2021, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross 3,15 persen, dan Net Interest Margin tumbuh ke level 5,10 persen. “Pengelolaan Net Interest Margin di Kuartal Pertama ini menunjukkan pertumbuhan 45 basis poin dibandingkan akhir tahun lalu

News Feed