oleh

Rumah Tahanan Kelas II B Tanjung Redeb, TAMAT

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Sesuai dengan anjuran Kementrian Agama di Tahun 2021 ini umat islam bisa melakukan sholat terawih di masjid dengan tetap memakai standar prokes kesehatan, Memakai Masker atur Jarak. Kepala Rutan kelas II B Tanjung redeb Puang Dirham,AMd.IP,S.Sos,MM mengadakan Pasantren Kilat di Masjid Rutan. Memasuki minggu pertama Puasa Ramadhan 1442 H Rumah Tahanan ( Rutan ) kelas II Tanjung Redeb mengadakan Pasantren Kilat . Pasantren kilat ini diawalin dengan Tausiah ceramah agama yang dibawakan oleh Habib Fahmi Aljufri. Ceramah agama diadakan di masjid rumah tahanan, dan peserta dari warga binaan dan pegawai rutan. Habib Fahmi selaku ulama di kabupaten berau dengan rasa senang bisa memberikan Tausiah di tengah mereka yang sedang menjalani tahanan, Habib fahmi berpesan di Ramadhan ini jadikan momentum untuk lebih memperbaiki diri dan belajar menjadi orang baik.Habib Fahmi juga berpesan bulan puasa ini perbanyak Tadarus kalau bisa sampai Tamat 30 Juz.Kamis (15/4/21 )

Dalam sambutan Puang Dirham, kami sangat bersyukur tahun ini kita semua bisa melakukan ibadah sholat terawih di masa pandemi Covid19. Ramadhan 1442 H ini kita akan menggelar Pasantren kilat dengan mengedepankan standar protocol kesehatan. Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B akan menggencarkan kegiatan keagamaan bagi tahanan selama Ramadhan 1442 H. Salah satunya menggelar ceramah agama dan halaqoh tahfidz quran . “Untuk kegiatan ramadhan, kita sudah bicara dengan pengurus masjid dan seksi tahanan. Memang intensitas kegiatan selama Ramadhan di masjid akan ditingkatkan,” ujar Kepala Rutan Klas II B Tanjung Redeb.

Harapan Puang Dirhan dengan kegiatan selama Ramadhan ini, para tahanan dapat memanfaatkan sebaiknya. Seperti melakukan Tadarus bacaan Alquran, perbanyak zikir dan melakukan kegiatan positif lainnya. Tausiah Habib Fahmi pun ditanggapin Puang dirham, Puang dirham akan memberikan bonus berupa paket baju muslim bagi siapa yang bisa mengaji Tamat 30 juz.
Kegiatan Pasantren kilat ini juga disambut baik oleh warga binaan karena bisa lebih banyak lagi belajar agama dan bisa memperbaiki diri pribadi. Puasa di rutan ini sama hal nya seperti biasa sahur dan buka puasa bersama.

Untuk melakukan sholat terawih pihak Lapas menggunakan bergantian karena banyaknya tahanan membuat pihaknya tidak bisa mengeluarkan seluruh tahanan untuk melaksanakan tarawih. Bagi tahanan juga bisa melangsungkan tariwih di dalam kamar. “Kami tidak bisa keluarkan semuanya. Maka kami akan tambah personel empat sampai lima orang petugas, kita ambil staf. Misal di hari biasa ada 8 petugas, di bulan Ramadan kita tingkatkan menjadi 13 hingga 15 petugas.

Selama Ramadan, bagi keluarga tahanan yang ingin mengantar makanan memiliki waktu tertentu. Pengiriman makanan baru bisa dilakukan dimulai pukul 14.00-17.00 WIB. Untuk pelayanan tatap muka masih belum bisa dilakukan. “Hidangan makanan dari keluarga tetap kami fasilitasi bagi tahanan. Jam 14.00-17.00 WIB. Semua pemeriksaan tetap ketat kami lakukan,” ucapnya. (*)

Komentar

News Feed